NASIONAL
Pemerintah Gelontorkan Rp1,2 Triliun untuk Pangan Bencana
AKTUALITAS.ID – Pemerintah mengambil langkah taktis untuk membentengi krisis pangan di wilayah terdampak bencana sepanjang tahun 2026. Tak tanggung-tanggung, alokasi anggaran sebesar Rp1,2 triliun resmi disiapkan untuk memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) khusus kondisi darurat.
Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, mengonfirmasi bahwa dana jumbo tersebut disiagakan agar negara hadir secara kilat saat bencana alam melanda. Bapanas memplot Perum Bulog sebagai eksekutor utama distribusi bantuan di lapangan, ucapnya. Sabtu (22/8/2026).
Tak hanya dana darurat, pemerintah juga mengucurkan anggaran masif Rp17,5 triliun untuk program Bantuan Pangan Beras reguler tahap kedua periode Juli–September 2026, yang disinergikan langsung dengan tanggap bencana.
Keseriusan ini terbukti di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menyasar korban gempa bumi di lima kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sikka, dan Nagekeo pemerintah menerjunkan total 6.800 ton beras. Jika dikalkulasikan dengan asumsi harga Rp14.000 per kilogram, nilai bantuan pangan untuk NTT menyentuh angka fantastis Rp95,2 miliar.
Per 19 Agustus 2026, penyaluran di NTT mencakup gabungan 990,3 ton beras cadangan bencana dan 5.810 ton bantuan pangan reguler. Kab. Nagekeo mencatatkan porsi bantuan bencana terbesar mencapai 661,18 ton, disusul Manggarai Timur sebesar 153,78 ton.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan aksi tanggap bencana ini merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Amran menginstruksikan agar birokrasi tidak menjadi penghambat penyaluran bantuan di saat masyarakat menderita.
“Ini perintah Bapak Presiden Prabowo. Kita harus bergerak cepat. BNPB bisa ambil duluan, proses izin persetujuannya belakangan. Karena yang setujui saya sebagai Kepala Bapanas,” tegas Amran.
Pemerintah menjamin ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi sangat aman. Per 21 Agustus 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) melimpah hingga mencapai 5,17 juta ton, siap didistribusikan kapan pun dan di mana pun keadaan darurat terjadi. (Andrey/Mun)
-
RIAU22/08/2026 21:10 WIBMenteri LH Cek Karhutla Kampar, Kapolda Riau Paparkan Dashboard Green Policing
-
RIAU22/08/2026 21:45 WIBWarga Rangsang Keluhkan Listrik Sering Padam, PLN Diminta Berikan Solusi Permanen
-
NUSANTARA22/08/2026 20:00 WIBRelawan Tewas Saat Salurkan Bantuan Korban Gempa
-
DUNIA22/08/2026 21:00 WIBTentara Bayaran Israel Diduga Incar Tokoh Muslim Inggris
-
NUSANTARA22/08/2026 23:00 WIBTuris Inggris Tewas Dikeroyok di Kuta Bali
-
NASIONAL23/08/2026 06:00 WIBBukan Kaleng-kaleng, Ariawan Sabet Gelar Tokoh Muda Jurnalistik Kreatif
-
DUNIA23/08/2026 08:00 WIB16 Nyawa Melayang dalam Serangan Drone Rusia
-
JABODETABEK22/08/2026 22:00 WIBAnggota TNI AL Dianiaya Usai Senggolan Motor

















