DUNIA
PM Lebanon Berharap Gencatan Senjata Israel-Hizbullah Dapat Terwujud
AKTUALITAS.ID – Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati menyampaikan harapannya agar gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah dapat tercapai sebelum Pemilihan Umum AS pada 5 November. Dalam wawancara dengan stasiun televisi Lebanon Al-Jadeed, Mikati menyebut bahwa komunikasi teleponnya dengan utusan AS Amos Hochstein memberi kesan bahwa gencatan senjata dapat diraih dalam beberapa hari mendatang.
Amos Hochstein sedang menuju Israel untuk berdiskusi tentang syarat-syarat gencatan senjata bersama Hizbullah, sesuai pernyataan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller. Pemimpin baru Hizbullah, Naim Qassem, juga menyatakan kesediaannya untuk menyetujui gencatan senjata dengan Israel, asalkan persyaratannya dapat diterima.
Mikati menegaskan bahwa gencatan senjata ini akan berkaitan dengan implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang menuntut penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon serta memperkuat kehadiran tentara Lebanon dan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan.
Ia juga menekankan upaya melindungi Bandara Internasional Beirut dari serangan Israel, dengan pengiriman bantuan melalui jalur laut dari negara-negara seperti Iran dan Irak untuk menghindari alasan serangan udara. Sementara itu, pembukaan perbatasan darat utama dengan Suriah masih ditangguhkan, menyusul adanya serangan Israel di area tersebut awal bulan ini.
Mikati optimistis bahwa langkah-langkah ini dapat membawa stabilitas lebih lanjut di wilayah tersebut dan menjamin keamanan Lebanon menjelang Pemilu AS. (Damar Ramadhan)
-
POLITIK28/01/2026 11:00 WIBDPP Prima: Ambang Batas 0 Persen Wujud Nyata Demokrasi Pancasila
-
EKBIS28/01/2026 09:30 WIBIHSG Jatuh 6,8% Setelah MSCI Bekukan Kenaikan Bobot Saham Indonesia
-
OTOTEK28/01/2026 10:57 WIBBengkel AC Mobil Tangerang Jadi Rujukan Service AC Mobil Innova di Tangerang, Ahli Tangani Sistem Double Blower
-
NASIONAL28/01/2026 14:00 WIBPNS Wajib Tahu, KPK Terbitkan Perkom No 1 Tahun 2026 Tentang Perubahan Nilai Gratifikasi
-
POLITIK28/01/2026 09:00 WIBSugiono: Reshuffle Kabinet Hak Prerogatif Presiden Prabowo
-
EKBIS28/01/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Menggila! Naik Rp52.000 Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
EKBIS28/01/2026 10:30 WIBKurs Rupiah Menguat 0,19 Persen ke Rp16.736 Saat Bursa Asia Bergerak Beragam
-
NASIONAL28/01/2026 17:11 WIBDua Tahun Bergulir, APH-RI Desak Kejagung Tegaskan Status Hukum Eks Bupati Purwakarta

















