DUNIA
Ancaman Gerilya Menguat: Hamas Tambah 30.000 Anggota Baru di Gaza
AKTUALITAS.ID – Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, dilaporkan tengah melakukan rekrutmen besar-besaran dengan target 30.000 anggota baru di Jalur Gaza.
Informasi yang dilansir dari media Arab Saudi, Al Hadath, menyebutkan sayap militer Hamas, Brigade Izzadin al-Qassam, mempersiapkan anggota baru ini sebagai bagian dari strategi militer yang mengedepankan taktik gerilya.
Sumber anonim di Palestina mengungkapkan para rekrutan ini sebelumnya telah mengikuti pelatihan rahasia yang meliputi perang gerilya, penggunaan rudal antitank, dan teknik peledakan.
Laporan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan Israel, di mana militer Israel baru-baru ini menyerang sekitar 150 target Hamas.
Menanggapi situasi ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pidatonya menegaskan ia tidak akan menyerah atau bernegosiasi dengan Hamas. “Saya tidak akan menyerah kepada pembunuh,” ujarnya, menekankan bahwa menyerah pada tuntutan Hamas akan membahayakan masyarakat Israel dan menghilangkan pencapaian yang telah diraih.
Langkah Hamas merekrut puluhan ribu anggota baru ini mengindikasikan potensi babak baru dalam konflik yang berkepanjangan di wilayah tersebut. (Samsu)
-
POLITIK03/04/2026 14:30 WIBLakukan Kekerasan Kepada Istri dan Anak, Kader Demokrat Dilaporkan
-
NASIONAL03/04/2026 17:00 WIBEddy Soeparno: Indonesia Harus Lepas Ketergantungan Energi Fosil
-
PAPUA TENGAH03/04/2026 15:15 WIBDisperindag Mimika Pastikan Stok Elpiji Aman, Penjualan Langsung di Gudang untuk Cegah Penimbunan
-
OPINI03/04/2026 14:45 WIBMengukur Kinerja dari Cermin BPK Ketika Ribuan Rekomendasi Menjadi Ujian Nyata Tugas dan Fungsi Menteri PU
-
RAGAM03/04/2026 15:30 WIBPenumpang Kereta dari Jakarta Capai 30 Ribu Orang pada Libur Paskah
-
JABODETABEK03/04/2026 16:00 WIBLebaran Betawi 2026 Akan Berlangsung 10-12 April 2026
-
JABODETABEK03/04/2026 18:30 WIBTak Berkutik! Sopir Cabul Ditangkap di Depok
-
DUNIA03/04/2026 15:00 WIBPemerintah Pastikan Pemulangan Jenazah Tiga Penjaga Perdamaian RI dari Lebanon

















