DUNIA
Kim Jong Un Nyatakan Dukungan Penuh untuk Rusia dalam Krisis Ukraina
AKTUALITAS.ID – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menyatakan dukungan penuh dan tanpa syarat terhadap langkah-langkah yang diambil Rusia dalam upaya menyelesaikan konflik di Ukraina. Pernyataan ini disampaikannya langsung kepada Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, dalam kunjungan diplomatik terbaru ke Pyongyang, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Sabtu (12/7/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Kim menegaskan kembali komitmen Korea Utara untuk mendukung sepenuhnya kebijakan dan keputusan strategis Moskow terkait krisis Ukraina.
“Korea Utara siap mendukung semua langkah yang diambil Rusia dalam menyelesaikan situasi di Ukraina secara menyeluruh dan mendasar, sesuai dengan semangat perjanjian antarnegara kedua bangsa,” tulis KCNA.
Kim Jong Un juga menekankan kedekatan strategis antara Pyongyang dan Moskow, yang disebutnya memiliki pandangan serupa dalam berbagai isu global. Hal ini, menurutnya, mencerminkan tingginya tingkat hubungan aliansi antara kedua negara.
Sebagai penutup pertemuan, Kim meminta Sergey Lavrov untuk menyampaikan salam hangat dan persahabatannya kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Kunjungan Lavrov ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama bilateral antara Rusia dan Korea Utara di tengah ketegangan geopolitik global yang terus meningkat. (ARI WIBOWO/DIN)
-
FOTO04/05/2026 08:19 WIBFOTO: Kepala BNN Main Padel Bareng Raffi Ahmad
-
JABODETABEK04/05/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Diguyur Hujan Senin 4 Mei 2026
-
OASE04/05/2026 05:00 WIBNabi Muhammad Sebut Yaman Negeri Penuh Iman
-
JABODETABEK04/05/2026 06:30 WIBJangan Telat! SIM Keliling Jakarta Hanya Sampai Jam 2 Siang
-
POLITIK04/05/2026 07:00 WIBGus Ipul: Saya Bukan Potongan Ketum PBNU
-
NUSANTARA04/05/2026 08:30 WIBPendiri Ponpes di Pati Resmi Tersangka Pemerkosaan Puluhan Santriwati
-
NASIONAL04/05/2026 14:00 WIBDKPP Bagi-Bagi Rp45 Juta Lewat Lomba Jurnalistik dan Video Terbaru
-
DUNIA04/05/2026 08:30 WIBIran Beri Waktu 30 Hari Buat AS Buka Selat Hormuz atau Perang Lanjut

















