DUNIA
Eks Jenderal IDF Ingatkan Israel Terancam Bubar Sebelum 2048
AKTUALITAS.ID – Mantan Jenderal Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Itzhak Brik memperingatkan bahwa Israel berpotensi runtuh sebelum 2048 jika konflik internal dan krisis multidimensi yang melanda negara tersebut tidak segera diatasi. Peringatan keras itu disampaikan Brik melalui artikel opini di harian Maariv berjudul “Israel menuju kehancuran, dan hanya satu jalan untuk menyelamatkannya.”
“Ketika saya mencoba menatap masa depan, pertanyaan yang muncul adalah: akankah Negara Israel bertahan hingga berusia 100 tahun?” tulis Brik, seperti dikutip Middle East Monitor.
Brik menilai akar persoalan Israel saat ini terletak pada kepemimpinan politik yang lebih mengutamakan kelangsungan kekuasaan dibanding kepentingan publik. Ia secara tersirat mengkritik pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang dinilainya gagal meredam polarisasi dan memperkuat persatuan nasional.
Menurut Brik, Israel kini berkembang menjadi masyarakat yang terbelah dari dalam, dengan kebencian mendalam antarkelompok sosial. Perpecahan terjadi antara kubu kanan dan kiri, serta antara komunitas Yahudi dan Arab, yang kian memperlemah kohesi nasional.
Tak hanya itu, Brik juga menyoroti menurunnya daya tahan Israel di hampir seluruh sektor strategis, mulai dari keamanan, ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga ilmu pengetahuan dan teknologi. Kondisi tersebut, kata dia, semakin diperparah oleh posisi Israel yang kian buruk di mata komunitas internasional.
Meski demikian, Brik menyebut Israel masih memiliki peluang bertahan hingga usia 100 tahun apabila terjadi perubahan kepemimpinan. Ia menekankan pentingnya memberdayakan generasi muda untuk mengambil peran strategis dalam pemerintahan.
“Perlu memberdayakan generasi muda untuk mengambil peran kepemimpinan dan membawa negara keluar dari krisis yang sedang dihadapi,” ujarnya.
Menurut Brik, tantangan besar Israel ke depan mencakup pemulihan keamanan di wilayah utara yang berbatasan dengan Lebanon dan Suriah, serta di wilayah selatan yang berbatasan dengan Gaza. Selain itu, pembangunan kembali ekonomi dan pemulihan hubungan internasional juga membutuhkan energi dan visi jangka panjang.
“Tantangan ini memerlukan energi yang hanya dimiliki oleh mereka yang masih memiliki puluhan tahun kehidupan di masa depan,” tulisnya.
Sejak agresi militer Israel ke Gaza dimulai pada 8 Oktober 2023, berbagai kalangan internasional menyoroti memburuknya situasi politik, keamanan, dan ekonomi Israel. Sejumlah pejabat Israel sendiri telah mengakui negara itu tengah menghadapi krisis serius di berbagai sektor, di tengah meningkatnya kemarahan publik dan tekanan global.
Peringatan Brik menambah daftar kritik internal dari kalangan elite militer Israel yang menilai masa depan negara tersebut berada di titik rawan jika pembelahan sosial dan krisis kepemimpinan terus berlanjut. (Mun)
-
NASIONAL22/08/2026 16:00 WIBDPR: Malaysia & Singapura Jangan Asal Protes Karhutla
-
NASIONAL22/08/2026 17:00 WIBKPK Temukan Dokumen “Hitung-hitungan” Kursi Unsoed
-
RIAU22/08/2026 21:10 WIBMenteri LH Cek Karhutla Kampar, Kapolda Riau Paparkan Dashboard Green Policing
-
DUNIA22/08/2026 15:00 WIBMuslimah Anti-Israel Menang Kursi DPR AS
-
RIAU22/08/2026 21:45 WIBWarga Rangsang Keluhkan Listrik Sering Padam, PLN Diminta Berikan Solusi Permanen
-
NUSANTARA22/08/2026 20:00 WIBRelawan Tewas Saat Salurkan Bantuan Korban Gempa
-
DUNIA22/08/2026 21:00 WIBTentara Bayaran Israel Diduga Incar Tokoh Muslim Inggris
-
DUNIA22/08/2026 18:00 WIBPezeshkian: Iran Siap Akhiri Perang Saat Masih Kuat

















