Connect with us

DUNIA

1 Juta Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Kerja Sama dengan Israel

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Warga di berbagai penjuru Benua Biru kini menyatukan suara dengan tuntutan tegas: mendesak Uni Eropa (UE) segera membekukan Perjanjian Asosiasi dengan Israel. Desakan massal ini memuncak sebagai reaksi atas agresi militer dan krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Jalur Gaza, Palestina.

Melansir laporan Euronews, sebuah petisi resmi bertajuk Inisiatif Warga Eropa (ECI) kini telah sukses mengumpulkan satu juta tanda tangan. Angka ini menjadi ambang batas krusial yang mewajibkan Komisi Eropa dan Parlemen Eropa untuk turun tangan meninjau tuntutan tersebut.

Petisi ini diinisiasi oleh Aliansi Kiri Eropa (ELA) bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil dan gerakan pro-Palestina. Para penyelenggara menargetkan 1,5 juta tanda tangan sebelum petisi ditutup dan diserahkan ke otoritas terkait untuk diverifikasi.

Dasar dari desakan ini sangat jelas, yakni dugaan kuat pelanggaran hukum internasional dan kegagalan Israel mematuhi perintah Mahkamah Internasional (ICJ) terkait pencegahan genosida.

“Israel bertanggung jawab atas tingkat pembunuhan dan cedera warga sipil yang belum pernah terjadi sebelumnya, pengungsian penduduk dalam skala besar, dan penghancuran sistematis rumah sakit serta fasilitas medis di Gaza,” bunyi keterangan resmi dalam petisi tersebut.

Dengan tercapainya batas satu juta penandatangan, Komisi Eropa kini memiliki kewajiban hukum untuk merespons. Mereka harus menguraikan tindakan nyata apa yang akan diambil, atau memberikan alasan publik jika memilih untuk tidak bertindak. Di sisi lain, Parlemen Eropa diwajibkan menggelar audiensi dengan pihak penyelenggara petisi dan berpotensi melakukan pemungutan suara atas resolusi tersebut.

Meski mendapat dukungan masif dari akar rumput, realisasi pemutusan kerja sama ini diyakini akan menghadapi jalan terjal secara diplomasi. Perjanjian Asosiasi Uni Eropa-Israel, yang berlaku sejak tahun 2000, merupakan fondasi utama kerja sama ekonomi dan politik kedua belah pihak.

Faktanya, Uni Eropa adalah mitra dagang terbesar bagi Negeri Zionis tersebut. Berdasarkan data, total volume perdagangan keduanya menembus angka €42,6 miliar (sekitar Rp862 triliun) sepanjang tahun 2024 lalu.

Wacana penangguhan kerja sama sebenarnya bukan hal baru. Pada September 2025, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen sempat mengusulkan penangguhan sebagian perjanjian. Usulan tersebut didasari oleh laporan “kelaparan buatan manusia” di Gaza dan upaya sistematis Israel yang dinilai melemahkan solusi dua negara (two-state solution).

Namun, usulan von der Leyen layu sebelum berkembang akibat terpecahnya suara negara-negara anggota. Penolakan keras datang dari Jerman, Hongaria, dan Republik Ceko, yang otomatis menggagalkan terbentuknya mayoritas suara untuk memberlakukan sanksi perdagangan.

Hingga saat ini, sejumlah diplomat Eropa mengonfirmasi kepada Euronews bahwa keengganan beberapa negara anggota untuk menekan Israel secara ekonomi masih sangat terasa dalam berbagai pertemuan tertutup di Brussel. (Mun)

TRENDING