Connect with us

NASIONAL

Isu Aksi Bela JK Mencuat, Keluarga Ingatkan Bahaya Provokasi

Aktualitas.id -

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK), Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Keluarga Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) merespons isu rencana aksi unjuk rasa sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di kantor Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Selatan. Keluarga meminta massa tidak turun ke jalan demi menjaga ketertiban dan kedamaian.

Isu rencana aksi bela Jusuf Kalla (JK) di kantor PSI Sulawesi Selatan mencuat di tengah polemik laporan dugaan pelecehan agama terhadap JK. Menanggapi hal tersebut, pihak keluarga secara tegas mengimbau agar rencana unjuk rasa tidak dilaksanakan.

“Kami tegaskan dan menyerukan agar simpati dan dukungan tidak dalam bentuk unjuk rasa yang dapat mengganggu ketertiban dan kedamaian,” ujar Chief Legal & Sustainability Officer KALLA, Subhan Djaya Mappaturung, Jumat (17/4/2026).

Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan stabilitas sosial di tengah situasi yang berkembang.

Subhan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berpotensi memanfaatkan situasi.

Menurutnya, rekam jejak JK dalam menjaga perdamaian nasional sudah terbukti, termasuk dalam penyelesaian konflik di Ambon dan Poso.

“Kami meyakini masyarakat memahami kontribusi Pak Jusuf Kalla bagi bangsa,” katanya.

Selain itu, keluarga JK juga meminta aparat penegak hukum untuk mengantisipasi potensi aksi yang mengatasnamakan dukungan terhadap JK.

“Kami memohon agar aksi-aksi yang mengatasnamakan beliau tidak dilakukan demi menjaga kedamaian,” tegas Subhan.

Polemik ini bermula dari laporan Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Sahat Martin Philip Sinurat, ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut terkait ceramah JK di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 5 Maret 2026.

Sahat diketahui juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PSI Sumatera Utara sejak Januari 2026.

Menanggapi situasi ini, Ketua Harian PSI Ahmad Ali menegaskan bahwa partainya tidak memiliki keterkaitan dengan laporan tersebut.

“PSI tidak punya urusan dengan pelaporan terhadap Pak Jusuf Kalla,” ujarnya.

Ahmad Ali juga menyatakan akan berupaya memediasi konflik antara pelapor dan JK agar situasi tidak semakin memanas.

Keluarga JK berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing ajakan aksi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Penyelesaian persoalan diharapkan dapat ditempuh melalui jalur hukum dan dialog. (Bowo/Mun)

TRENDING