POLITIK
JK Klaim Berjasa Bawa Jokowi ke Puncak Kekuasaan, Pengamat: Jangan Lupakan Momentum 2014
AKTUALITAS.ID – Pernyataan tokoh senior Golkar sekaligus mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), yang kembali mengungkit perannya dalam perjalanan karir politik Joko Widodo (Jokowi) menuai sorotan luas. Di tengah dinamika transisi dan perubahan konstelasi kekuasaan saat ini, pernyataan tersebut dinilai bukan sekadar ajang nostalgia sejarah belaka.
Banyak pihak mengendus adanya makna tersembunyi dari narasi masa lalu yang dilontarkan JK, terutama kaitannya dengan dinamika baru antar-elite politik nasional.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, memberikan analisis tajam terkait manuver ini. Menurutnya, pernyataan JK tidak bisa dilepaskan dari konteks politik kekinian. Momentum kemunculan pernyataan tersebut dinilai bukan sebuah kebetulan yang tanpa perhitungan.
“Dalam politik, pernyataan tentang masa lalu hampir selalu punya dimensi hari ini. Apa yang disampaikan JK bisa dibaca sebagai upaya menegaskan peran historis sekaligus menjaga posisi dalam percakapan politik nasional,” ujar Arifki dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
Arifki mengingatkan publik bahwa lompatan karir politik Jokowi hingga mencapai puncak kekuasaan tidak lahir dari tangan satu orang saja. Perjalanan tersebut sangat bergantung pada kontribusi tokoh-tokoh kunci lainnya, terutama Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto.
Selain itu, selera politik rakyat dan momentum politik nasional yang menguntungkan kala itu menjadi katalisator utama. Di sisi lain, fakta sejarah memang mencatat posisi strategis JK pada tahun 2014 sebagai Calon Wakil Presiden yang mendampingi Jokowi memenangkan Pilpres.
“Ketika konfigurasi politik berubah, narasi tentang siapa berperan apa menjadi relevan kembali. Ini bukan hanya soal sejarah, tapi juga soal positioning (penempatan posisi di peta politik baru),” lanjut Arifki.
Dukungan mesin partai yang solid, konfigurasi koalisi yang pas, hingga situasi kebatinan politik nasional saat itu menjadi faktor-faktor pembentuk jalan mulus Jokowi dari Solo, Jakarta, hingga ke Istana Negara.
Menutup analisisnya, Arifki menekankan bahwa kesuksesan seorang pemimpin di panggung politik tidak pernah berdiri sendiri. Klaim sepihak atas sebuah keberhasilan politik harus selalu dilihat dengan kacamata yang lebih luas.
“Ada banyak aktor dan faktor yang berkontribusi. Karena itu, publik juga perlu melihatnya dalam konteks yang lebih komprehensif, tidak hanya dari satu sisi narasi saja,” pungkasnya. (Bowo/Mun)
-
PAPUA TENGAH20/04/2026 16:30 WIBWapres Gibran di Mimika, Warga Tumpah Ruah di Depan Toko Meriah
-
NASIONAL20/04/2026 21:00 WIBPanglima TNI Sinergikan TNI dan Pemda untuk Percepatan Pembangunan di Daerah
-
RIAU20/04/2026 16:00 WIBKecelakaan di Tol Permai, Polisi Sebut Satu Korban Meninggal Dunia
-
EKBIS20/04/2026 18:00 WIBHadapi Elnino Nino, Mentan Alokasikan Rp5 Triliun Untuk Irigasi dan Benih
-
OTOTEK20/04/2026 17:00 WIBDibanderol Rp686 Juta Nissan Xterra Siap Mengaspal
-
POLITIK20/04/2026 13:00 WIBKPK: Korupsi Kepala Daerah Tak Bisa Dibebankan Hanya ke Biaya Politik
-
NASIONAL20/04/2026 18:30 WIBMasyarakat Dihimbau Laporkan Kejahatan Terkait Haji Lewat Hotline
-
RAGAM20/04/2026 19:30 WIBPenghargaan Nasional Film Pendek, Berhasil Diraih Desa Selebung Lombok Tengah

















