DUNIA
Iran: Bandara Kuwait Rusak karena Rudal Patriot AS Nyasar
AKTUALITAS.ID – Iran mengklaim kerusakan berat yang terjadi di Bandara Internasional Kuwait bukan disebabkan oleh serangan yang disengaja dari Teheran, melainkan akibat rudal sistem pertahanan udara Patriot milik Amerika Serikat yang disebut melenceng dari sasarannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Rabu (3/6/2026) sebagai respons atas tuduhan Amerika Serikat yang menyebut Iran sengaja menargetkan fasilitas sipil di Kuwait.
Menurut laporan Kantor Berita Tasnim, IRGC menegaskan bahwa Iran tidak pernah menjadikan Bandara Internasional Kuwait sebagai target serangan. Teheran justru menuding kerusakan yang terjadi merupakan akibat kesalahan sistem pertahanan udara Patriot yang dioperasikan Amerika Serikat.
Klaim tersebut langsung dibantah oleh militer Amerika Serikat. Pusat Komando AS menegaskan bahwa Iran secara sengaja meluncurkan serangan ke Bandara Internasional Kuwait dan menyebut tudingan terhadap sistem Patriot sebagai informasi yang tidak benar.
Washington menyatakan serangan itu dilakukan secara terencana dan tidak dapat dibenarkan karena menyasar fasilitas sipil yang memiliki peran penting dalam aktivitas penerbangan internasional.
Di sisi lain, Pemerintah Kuwait mengecam keras serangan yang menghantam wilayahnya. Kementerian Luar Negeri Kuwait menyebut tindakan tersebut sebagai agresi yang mengancam keamanan nasional dan stabilitas kawasan Timur Tengah.
Kuwait juga menegaskan bahwa wilayah udaranya tidak digunakan untuk melancarkan operasi militer terhadap Iran, sehingga tidak ada alasan yang dapat membenarkan serangan terhadap fasilitas di negara tersebut.
Sebelumnya, militer Kuwait melaporkan serangan rudal dan drone yang terjadi pada Rabu (3/6) mengakibatkan satu orang tewas dan lebih dari 60 orang mengalami luka-luka. Selain Bandara Internasional Kuwait, sejumlah fasilitas penting dan kantor diplomatik juga dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Hingga kini, perdebatan mengenai penyebab kerusakan bandara masih berlangsung. Iran dan Amerika Serikat sama-sama mempertahankan versinya masing-masing, sementara Kuwait mendesak agar pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum internasional. (Mun)
-
NASIONAL03/06/2026 15:00 WIBDicopot dari Kepala BGN, Ini Rincian Harta Kekayaan Dadan Hindayana
-
NASIONAL03/06/2026 19:00 WIBRentetan Kontroversi Dadan Hindayana Selama di BGN
-
NUSANTARA03/06/2026 16:00 WIBKampus UNP Diteror Peluru Nyasar Sejak 2010
-
NASIONAL03/06/2026 18:01 WIBUsai Dadan Lengser dari BGN, KSP Dudung Beberkan Dugaan Jual Beli Dapur MBG
-
NASIONAL03/06/2026 14:00 WIBDPR: Fenomena Rupiah Lemah dan Serbuan Turis Tak Bisa Dibiarkan
-
NUSANTARA03/06/2026 17:00 WIBPolda DIY Tetapkan Lurah Condongcatur Sebagai Tersangka Korupsi Tanah Kas Desa
-
POLITIK03/06/2026 15:33 WIBPolemik Kunjungan Luar Negeri Prabowo, Dasco: Diplomasi Bersifat Dinamis
-
NASIONAL03/06/2026 14:30 WIBKPK Sita Barang Bukti dalam OTT Dugaan Pemerasan Pengurusan TKA

















