DUNIA
Iran Masih Punya Ribuan Drone Kamikaze
AKTUALITAS.ID – Laporan intelijen terbaru mengungkap bahwa Iran masih memiliki ribuan rudal dan drone kamikaze, meskipun telah digempur serangan udara oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel selama beberapa pekan terakhir.
Temuan ini berseberangan dengan klaim Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyatakan bahwa kekuatan militer Iran telah dilumpuhkan.
Menurut laporan Business Insider, Direktur Badan Intelijen Pertahanan AS, Letnan Jenderal Korps Marinir James Adams, menyebut Teheran masih menyimpan persenjataan dalam jumlah besar yang berpotensi mengancam pangkalan AS dan sekutunya di Timur Tengah.
“Iran masih memiliki ribuan rudal dan kemampuan serangan yang signifikan,” ungkap Adams dalam kesaksian di hadapan Komite Angkatan Bersenjata DPR AS.
Laporan tersebut juga diperkuat oleh investigasi CNN yang menyebut sekitar setengah peluncur rudal Iran masih dalam kondisi utuh, serta ribuan drone serang satu arah masih tersimpan di gudang senjata.
Meski serangan udara telah menghantam berbagai fasilitas militer, Iran disebut masih mampu mempertahankan sebagian besar kemampuan militernya.
Selama lebih dari lima minggu, pasukan AS dan Israel melancarkan ribuan serangan udara dalam operasi militer besar-besaran. Namun, tidak semua target strategis berhasil dihancurkan.
Salah satu kekuatan utama yang masih dimiliki Iran adalah rudal jelajah pertahanan pantai. Senjata ini berperan penting dalam mengancam jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, salah satu titik vital perdagangan energi global.
Sumber intelijen menyebutkan bahwa Iran masih “sangat siap untuk menimbulkan kekacauan besar di seluruh wilayah”.
Sebelumnya, Presiden Trump menyatakan bahwa kemampuan Iran untuk meluncurkan rudal dan drone telah “hancur berkeping-keping”. Pejabat militer AS juga mengklaim telah menghancurkan ratusan fasilitas penyimpanan rudal dan drone.
Dalam Operasi Epic Fury, militer AS disebut menyerang lebih dari 450 fasilitas rudal balistik dan 800 fasilitas drone.
Namun, laporan intelijen terbaru menunjukkan bahwa meski mengalami kerusakan, Iran masih memiliki kapasitas militer yang signifikan.
Perbedaan antara klaim resmi pemerintah dan temuan intelijen ini menunjukkan bahwa situasi di Timur Tengah masih jauh dari stabil.
Dengan masih tersedianya persenjataan dalam jumlah besar, Iran dinilai tetap menjadi ancaman strategis bagi kepentingan militer AS dan sekutunya di kawasan. (Mun)
-
POLITIK23/04/2026 06:00 WIBSahroni Tegaskan Masa Jabatan Ketum Parpol Bukan Urusan KPK
-
OLAHRAGA22/04/2026 19:00 WIBJanice Tjen Gandeng Aldila Sutjiadi di Sektor Ganda, Madrid Open 2026
-
PAPUA TENGAH23/04/2026 00:01 WIBMenembus Ombak demi Wajah Baru Keakwa
-
PAPUA TENGAH22/04/2026 19:30 WIBMimika Menjemput Bola, Menambal Celah Digital
-
OTOTEK22/04/2026 21:00 WIBIoniq 3 Untuk Pasar Eropa Mulai Diperkenalkan Hyundai
-
JABODETABEK22/04/2026 17:30 WIBEmbarkasi Bekasi, Berangkatkan 445 Calon Haji Kloter Pertama
-
POLITIK22/04/2026 21:30 WIBRUU Pemilu Ditargetkan Rampung 2,5 Tahun Pemerintahan Prabowo
-
RIAU22/04/2026 20:00 WIBDukung Efisiensi Energi Nasional, Polda Riau Terapkan Skema Kerja Fleksibel Tanpa Ganggu Layanan Publik

















