Connect with us

DUNIA

Iran Tegaskan Kesepakatan Damai Belum Tercapai

Aktualitas.id -

Ilustrasi bendera Iran - AS, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Harapan dunia terhadap berakhirnya konflik Amerika Serikat dan Iran kembali dibayangi ketidakpastian. Saat Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan damai bisa ditandatangani paling cepat akhir pekan ini, Teheran justru memberikan sinyal berbeda.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa negosiasi belum mencapai titik akhir dan belum ada keputusan final terkait perjanjian yang sedang dibahas kedua negara.

Pernyataan tersebut langsung meredam optimisme yang sempat muncul setelah Trump mengklaim bahwa proses perdamaian mengalami kemajuan besar dan tinggal menunggu penyelesaian akhir.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengakui sebagian besar isi dokumen kesepakatan memang telah dirampungkan. Namun, menurutnya masih ada sejumlah isu penting yang belum menemukan titik temu.

“Kami belum mencapai kesimpulan akhir mengenai masalah ini,” tegas Baghaei.

Ia menambahkan bahwa persoalan tersebut masih dibahas oleh lembaga-lembaga pengambil keputusan di Iran dan belum bisa dianggap selesai.

Pernyataan itu bertolak belakang dengan klaim Trump yang menyebut bahwa penyelesaian konflik terbesar dalam beberapa bulan terakhir sudah berada di depan mata.

Dalam keterangannya di Gedung Putih, Trump bahkan menyatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz bisa dilakukan segera setelah kesepakatan ditandatangani.

“Selat Hormuz akan resmi dibuka segera setelah kami menandatangani kesepakatan, mungkin akhir pekan ini,” ujar Trump.

Presiden AS itu juga mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran telah menyetujui kerangka kesepakatan yang sedang dinegosiasikan.

Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran terkait pernyataan tersebut.

Situasi semakin menarik karena pengumuman mengenai peluang perdamaian muncul tak lama setelah Trump dilaporkan membatalkan rencana operasi militer terhadap Iran yang sebelumnya sempat memicu ketegangan tinggi di kawasan Timur Tengah.

Meski pembicaraan terus berlangsung, kedua negara diketahui masih berselisih dalam sejumlah isu utama. Washington menuntut jaminan bahwa Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir, sementara Teheran terus membantah tuduhan tersebut.

Di sisi lain, Iran menginginkan pencabutan sanksi internasional yang telah menekan ekonominya selama bertahun-tahun. Teheran juga menuntut pelepasan aset-aset yang dibekukan serta pengakuan terhadap kepentingannya di Selat Hormuz.

Perbedaan kepentingan itulah yang membuat jalan menuju perdamaian masih jauh dari kata mudah. Meskipun diplomasi terus berjalan, belum ada kepastian apakah kedua negara benar-benar akan mencapai kesepakatan dalam waktu dekat.

Kini perhatian dunia tertuju pada perkembangan negosiasi yang dapat menentukan masa depan stabilitas Timur Tengah, harga energi global, hingga arah ekonomi dunia dalam beberapa bulan mendatang.

Untuk saat ini, satu hal menjadi jelas: meski Trump berbicara penuh optimisme, Iran belum siap menyatakan perang tiga bulan terakhir benar-benar berakhir. (Mun)

TRENDING