DUNIA
Iran Tegaskan Perang Tak Akan Pernah Berakhir
AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Di tengah klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut Iran mulai menunjukkan keseriusan dalam pembicaraan dengan Washington, seorang jenderal senior Iran justru melontarkan pernyataan yang berseberangan dan bernada keras.
Brigadir Jenderal Mohammad Jafar Asadi, komandan senior sekaligus Wakil Inspektur Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, menegaskan bahwa konflik negaranya dengan Amerika Serikat bukanlah perang yang akan segera berakhir.
“Perang kami dengan musuh adalah perang atrisi (pelemahan bertahap), perang yang tidak akan pernah usai,” kata Asadi, seperti dikutip media Iran dan dilaporkan CNN.
Pernyataan tersebut sekaligus membantah klaim Trump yang sebelumnya mengatakan Teheran kini semakin serius dalam proses negosiasi dengan Washington.
Asadi bahkan menyampaikan pernyataan yang mengindikasikan kesiapan Iran menghadapi kemungkinan invasi darat oleh militer Amerika Serikat.
“Kami memohon kepada Tuhan agar pasukan darat dari tentara agresor Amerika berada dalam posisi di mana kami dapat menghadapi mereka di medan tempur darat,” ujarnya.
Pernyataan itu muncul saat Presiden Donald Trump mengaku masih mempertimbangkan berbagai opsi terkait Iran, termasuk kemungkinan operasi militer berskala besar.
Berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, Trump mengatakan dirinya belum mengambil keputusan final mengenai kemungkinan serangan baru terhadap Iran.
“Saya belum memutuskan,” ujar Trump.
Meski demikian, Trump mengeklaim komunikasi dengan Iran terus berlangsung dan menurutnya menunjukkan perkembangan.
“Kami sedang berbicara dengan mereka sekarang. Saya pikir mereka semakin serius seiring berjalannya waktu,” kata Trump.
Di saat yang sama, sejumlah laporan media menyebut Gedung Putih tengah membahas kemungkinan operasi militer baru terhadap Iran yang disebut berpotensi memiliki skala lebih besar dibanding Operation Epic Fury.
Dalam wawancara dengan Axios, Trump juga mengatakan Israel dapat bergabung dalam operasi tersebut apabila diperlukan. Namun, ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap mampu menjalankan operasi militer tanpa keterlibatan negara lain.
Perbedaan tajam antara pernyataan Washington dan Teheran menunjukkan belum adanya titik temu mengenai arah hubungan kedua negara. Di satu sisi Trump menyebut jalur komunikasi terus berjalan, sementara dari pihak Iran muncul pernyataan yang menegaskan sikap konfrontatif terhadap Amerika Serikat.
Ketegangan ini kembali meningkatkan perhatian dunia terhadap dinamika keamanan di Timur Tengah, terutama di tengah spekulasi mengenai kemungkinan langkah militer lanjutan maupun peluang diplomasi yang masih belum menunjukkan kepastian. (Mun)
-
JABODETABEK26/07/2026 15:40 WIBPramono Anung dan Menkes Tinjau HBKB Rasuna Said
-
RIAU26/07/2026 16:00 WIBHari Mangrove Sedunia, Kasmarni Ajak Warga Jaga Pesisir Bengkalis
-
NASIONAL26/07/2026 16:01 WIBTanpa Borgol dan Rompi saat Ditahan, Sujiwo Tejo: Apalagi Kamar Tahanan
-
POLITIK27/07/2026 09:00 WIB30 Tahun Kudatuli Luka Demokrasi Belum Sembuh
-
NASIONAL26/07/2026 15:15 WIBGus Khozin Apresiasi Revolusi Penempatan ASN yang Digagas BKN
-
NASIONAL26/07/2026 16:30 WIBJARI Kumpulkan Pakar dan Mahasiswa, Bahas Masa Depan Konstitusi Indonesia
-
DUNIA26/07/2026 19:00 WIBHouthi Hujani Rudal ke Arab Saudi
-
POLITIK26/07/2026 18:00 WIBGerakan Rakyat akan Usung Anies Baswedan Jadi Capres

















