Connect with us

DUNIA

WHO Tunggu Jawaban Rusia soal Kasus Misterius

Aktualitas.id -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

AKTUALITAS.ID – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengaku belum memiliki gambaran lengkap terkait dugaan kasus penyakit pes yang menjadi perhatian internasional setelah kematian seorang pekerja laboratorium di Siberia, Rusia.

Perhatian dunia tertuju pada kematian Darya Shipilova (28), seorang peneliti yang bekerja di institut penelitian antiwabah di Irkutsk, Rusia timur. Perempuan muda itu dilaporkan meninggal hanya dua hari setelah mengalami gejala menyerupai influenza.

Kasus tersebut langsung memicu berbagai spekulasi karena muncul laporan yang menyebut Shipilova kemungkinan terinfeksi akibat insiden di laboratorium tempatnya bekerja. Namun pemerintah Rusia membantah informasi tersebut dan menegaskan tidak ada hubungan antara kematian Shipilova dengan aktivitas laboratorium.

Otoritas Rusia menyatakan Shipilova meninggal akibat pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui serta menegaskan kondisi epidemiologi di wilayah tersebut tetap terkendali dan tidak ada ancaman wabah penyakit pes.

BACA JUGA  Terkait Penanganan Covid-19, Brasil Ancam Keluar dari WHO

Meski demikian, langkah-langkah pengamanan yang dilakukan otoritas setempat justru memicu perhatian publik. Laboratorium tempat Shipilova bekerja serta rumah sakit di sekitarnya dilaporkan menjalani pengawasan ketat. Para pekerja bahkan sempat tidak diizinkan meninggalkan area institut selama beberapa hari untuk pemeriksaan kesehatan.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan organisasi tersebut hingga kini masih menunggu penjelasan lengkap dari Rusia sebelum dapat melakukan penilaian risiko secara menyeluruh.

Menurut Tedros, informasi yang beredar saat ini masih saling bertentangan sehingga diperlukan data yang lebih transparan dan tepat waktu dari pemerintah Rusia.

WHO juga meminta klarifikasi mengenai laporan yang menyebut kemungkinan adanya pekerja lain yang mengalami pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui.

BACA JUGA  Indonesia Tak Setuju Investigasi Awal Mula Pandemi Corona

Di sisi lain, Direktur Manajemen Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, mengaku pihaknya masih mencoba memahami secara pasti penyebab kematian Shipilova.

Pertanyaan utama yang masih belum terjawab adalah bagaimana peneliti tersebut pertama kali terinfeksi serta penyakit apa yang sebenarnya menyebabkan kematiannya.

Sementara itu, keluarga korban membantah berbagai spekulasi yang berkembang. Ibu Shipilova, Svetlana, menolak tudingan bahwa putrinya terpapar infeksi setelah mengalami kecelakaan kerja di laboratorium.

Ia menggambarkan putrinya sebagai sosok yang profesional, teliti, dan sangat bertanggung jawab dalam menjalankan pekerjaannya.

Sejumlah rekan dan teman lama Shipilova juga mempertanyakan munculnya berbagai tuduhan yang dinilai belum didukung hasil penyelidikan resmi.

Di tengah meningkatnya perhatian internasional, Kremlin terus berupaya meredam kekhawatiran publik. Rusia bahkan menolak tawaran bantuan yang sebelumnya disampaikan Amerika Serikat terkait penyelidikan kasus tersebut.

BACA JUGA  100 Negara Desak WHO Penyelidikan Awal Mula Pandemi Corona

Laporan media lokal juga menyebut petugas kesehatan telah melakukan berbagai tindakan pencegahan di kawasan tempat tinggal korban, termasuk penyemprotan disinfektan dan pengamanan lingkungan sekitar.

Langkah-langkah itu memunculkan rumor baru di kalangan warga, terutama karena proses disinfeksi dilakukan berulang kali setelah kematian Shipilova. Namun hingga kini belum ada bukti resmi yang menunjukkan terjadinya wabah pes seperti yang ramai diperbincangkan.

Dengan WHO yang masih menunggu informasi tambahan dari Moskow, misteri di balik kematian peneliti muda Rusia tersebut masih menjadi perhatian dunia. Pertanyaan terbesar yang belum terjawab adalah apakah kasus ini murni pneumonia misterius atau justru berkaitan dengan ancaman penyakit lain yang lebih serius. (Mun)

TRENDING