Connect with us

DUNIA

Trump Akui AS-Israel Kelewatan Bunuh Khamenei

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Sebuah pengakuan mengejutkan meluncur dari mulut Donald Trump. Di tengah memanasnya eskalasi di Timur Tengah, Presiden Amerika Serikat ini mendadak mengakui bahwa operasi mematikan AS dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, adalah sebuah tindakan yang ‘kelewatan’.

Pernyataan blak-blakan ini disampaikan Trump di hadapan pendukungnya saat rapat umum jelang pemilu sela di Youngstown, Ohio, Senin (12/10/2026).

“Kita mungkin sudah kelewatan dengan para pemimpin (Iran) itu, tapi ya karena kita tidak tahu lagi siapa yang sebenarnya sedang kita hadapi,” cetus Trump saat menceritakan kebuntuannya bernegosiasi dengan Teheran, seperti dikutip dari Jerusalem Post.

Sambil berkelakar sinis, Trump bahkan menambahkan, “Sekarang, tidak ada satu orang pun yang mau jadi presiden Iran.”

Meski melontarkan nada penyesalan terkait pembunuhan sang pemimpin spiritual, sifat pamer Trump tetap tak bisa disembunyikan. Ia dengan bangga mengklaim militer Paman Sam sukses melumpuhkan tulang punggung pertahanan Iran, meratakan kekuatan Angkatan Laut dan Udara mereka.

Lebih lanjut, politikus Partai Republik ini mengeklaim bahwa 159 kapal perang Angkatan Laut Iran telah berhasil ditenggelamkan. “[Kapal-kapal] itu sekarang beristirahat dengan indah di dasar laut,” ejek Trump.

Tak lupa, ia kembali menabuh genderang peringatan soal program nuklir Teheran. Bagi Trump, haram hukumnya bagi Iran untuk memiliki senjata mematikan tersebut.

Pernyataan Trump ini mencuat tak lama setelah Wakil Presiden AS, JD Vance, meragukan prospek negosiasi dengan para suksesor Iran saat ini. Vance menegaskan bahwa syarat mutlak penghentian perang adalah Iran harus memangkas pengayaan nuklirnya secara drastis.

Seperti diketahui, jagat internasional sempat diguncang operasi militer besar-besaran AS dan Israel pada akhir Februari lalu. Serangan brutal itu sukses menewaskan Ayatollah Ali Khamenei beserta jajaran petinggi pertahanan Iran.

Namun, Teheran tak tinggal diam. Sebagai balasan, Iran mengamuk dengan membombardir pangkalan-pangkalan militer AS di seluruh penjuru Timur Tengah dan nekat menutup akses vital Selat Hormuz, yang memicu krisis baru di kawasan tersebut. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version