EKBIS
Perusahaan Udang Terafiliasi Kaesang Nunggak Gaji Karyawan Selama 4 Bulan
PMMP, yang bergerak di sektor pengolahan dan ekspor udang, mencatat kerugian sekitar Rp240,67 miliar (USD15,26 juta) pada kuartal III-2024. Corporate Secretary PMMP, Christian Jonathan Sutanto, mengakui adanya keterlambatan pembayaran gaji akibat penurunan pendapatan operasional yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir. “Perseroan berkomitmen untuk memenuhi kewajiban pada seluruh karyawan,” ujar Christian dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (5/11/2024).
Dalam laporan keuangan yang dirilis ke BEI, PMMP mengalami penurunan penjualan bersih hingga 57,99 persen secara tahunan pada kuartal III-2024, dengan nilai penjualan mencapai USD63,38 juta dari sebelumnya USD150,86 juta. Penurunan penjualan terjadi di semua produk utama, termasuk udang vannamei dan udang black tiger, yang masing-masing turun 58,1 persen dan 73,78 persen secara tahunan.
Beban pokok penjualan PMMP yang tetap tinggi, yakni sebesar USD62,33 juta, menyebabkan laba kotor perusahaan turun drastis menjadi hanya USD1,05 juta. Situasi ini jauh berbeda dari periode yang sama tahun lalu, di mana perusahaan masih berhasil meraih laba sebesar USD5,29 juta.
PMMP berjanji akan mencari solusi untuk memenuhi kewajiban kepada seluruh karyawan dan memulihkan performa keuangan perusahaan ke depannya. (Damar Ramadhan)
-
EKBIS03/11/2026 09:30 WIBSempat Terbang, IHSG Tiba-tiba Terjun Bebas Lewati 5.050
-
POLITIK03/11/2026 11:00 WIBDemokrat Ultimatum Pemerintah Jangan Lelet Urus KPU
-
NASIONAL03/11/2026 10:00 WIBMenteri LH Bongkar Dalang Politik di Balik Kebakaran Hutan
-
EKBIS03/11/2026 10:30 WIBEfek Boikot Membara! Saham RANS Hancur Lebur Kian Jauh di Bawah IPO
-
JABODETABEK03/11/2026 06:30 WIBAwas Hangus! Cek 5 Lokasi SIM Keliling Jakarta Selasa 3 November
-
DUNIA03/11/2026 18:00 WIBBayi 2 Bulan Tewas dalam Ledakan Bom Truk Kolombia
-
JABODETABEK03/11/2026 13:30 WIBPria Bawa Uang Palsu Rp20 Juta Diciduk Polisi
-
EKBIS03/11/2026 11:33 WIBRupiah Dipermainkan Dolar