EKBIS
Awal Pekan Kurang Greget: Rupiah Dibuka Melemah Tipis Terhadap Dolar AS
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis pada perdagangan awal pekan ini, Senin (28/4/2205). Mengacu data pasar spot, rupiah berada di posisi Rp16.837 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,04% dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp16.830.
Pergerakan tipis rupiah ini sejalan dengan tren yang dialami mayoritas mata uang Asia pagi ini. Satu-satunya mata uang yang menguat terhadap dolar AS adalah won Korea Selatan, yang naik 0,09%.
Sementara itu, baht Thailand mencatatkan pelemahan terdalam di kawasan setelah terjun 0,48%. Disusul yuan China yang melemah 0,13%, dolar Singapura turun 0,1%, serta peso Filipina yang terkoreksi 0,07%.
Mata uang lainnya yang juga berada di zona merah adalah:
Ringgit Malaysia: turun 0,5%
Yen Jepang: turun 0,5%
Dolar Hong Kong: melemah 0,009%
Dolar Taiwan: terkoreksi 0,006%
Tekanan terhadap mata uang-mata uang Asia ini muncul di tengah penguatan dolar AS, yang belakangan ditopang oleh ekspektasi kebijakan suku bunga ketat dari Federal Reserve serta data ekonomi AS yang masih cukup solid.
Meski pelemahan rupiah tergolong tipis, pelaku pasar disarankan tetap waspada terhadap potensi volatilitas yang bisa muncul dari sentimen global, termasuk gejolak geopolitik dan arah kebijakan bank sentral dunia. (Yan Kusuma/Mun)
-
NASIONAL24/07/2026 17:00 WIBKPK Periksa Pejabat Kemenhut, Telusuri Pertemuan Bupati Kuansing dengan Raja Juli
-
POLITIK24/07/2026 14:00 WIBPAN Minta RUU Pemilu Tak Jadi Alat Politik
-
NASIONAL24/07/2026 23:59 WIBMensos Saifullah Yusuf Tindak Lanjuti Temuan ICW soal Pengadaan Sekolah Rakyat
-
POLITIK24/07/2026 16:00 WIBPrabowo Tegaskan Indonesia Nonblok dan Konsisten Dukung Kemerdekaan Palestina
-
POLITIK24/07/2026 11:00 WIBPKB Janji Setia Kawal Pemerintahan Prabowo
-
NUSANTARA24/07/2026 13:30 WIBTiga Kakak Beradik Tewas Terjebak Saat Rumah Panggung Dilalap Api
-
EKBIS24/07/2026 10:30 WIBRupiah Kian Terpuruk ke Rp18.000 per Dolar
-
NASIONAL24/07/2026 19:30 WIBRieke Soroti Komunitas Lari WNA di Bali, Ingatkan Soal Ruang Publik dan Hukum