EKBIS
Didukung Dana Rp 1 Triliun, ICEx Ramaikan Persaingan Bursa Kripto Tanah Air
AKTUALITAS.ID – Ekosistem aset kripto di Indonesia memasuki babak baru yang lebih kompetitif. International Crypto Exchange (ICEx) resmi hadir sebagai bursa kripto kedua yang beroperasi secara teregulasi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kehadiran ICEx menandai berakhirnya dominasi tunggal dalam infrastruktur pasar kripto nasional yang sebelumnya hanya dijalankan oleh Central Finansial X (CFX). ICEx telah mengantongi izin sebagai Penyelenggara Bursa Aset Keuangan Digital (AKD) dan mendapat dukungan pendanaan strategis senilai Rp 1 triliun untuk memperkuat struktur pasar.
Pasar Lebih Kompetitif dan Transparan CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menyambut positif kehadiran pemain baru ini. Menurutnya, adanya lebih dari satu bursa terdaftar akan menghilangkan risiko monopoli dan memacu layanan yang lebih baik.
“Dengan hadirnya bursa kripto baru yang teregulasi OJK, struktur pasar menjadi lebih kompetitif dan tidak lagi bertumpu pada satu pelaku. Hal ini penting untuk mendorong transparansi, efisiensi, serta meningkatkan kepercayaan investor,” ujar Calvin dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).
Meski izin usaha telah di tangan, ICEx masih harus merampungkan kerja sama operasional dengan lembaga kliring, kustodian, dan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) sebelum bisa beroperasi penuh. Langkah ini krusial demi memastikan keamanan dana nasabah dan keteraturan pasar.
Data Pasar 2025: Transaksi Turun, Investor Naik Di tengah penguatan infrastruktur ini, OJK mencatat adanya dinamika pasar yang menarik sepanjang tahun 2025. Total nilai transaksi aset kripto tercatat sebesar Rp 482,23 triliun, mengalami penurunan dibanding tahun 2024 yang mencapai Rp 650,61 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Hasan Fawzi, menyebutkan transaksi Desember 2025 tercatat Rp 32,68 triliun.
“Meskipun terjadi penurunan nilai transaksi, kepercayaan konsumen tetap terjaga. Jumlah investor kripto terus naik hingga mencapai 19,56 juta orang per November 2025,” jelas Hasan.
Menanggapi data tersebut, Calvin Kizana tetap optimistis. “Bertambahnya jumlah konsumen menunjukkan fundamental industri masih solid. Kami yakin dengan infrastruktur yang makin lengkap, transaksi kripto akan kembali tumbuh sehat,” tutupnya. (Firmansyah/Mun)
-
OLAHRAGA26/06/2026 04:30 WIBUruguay vs Spanyol: Duel Hidup Mati Menuju Babak 32 Besar
-
POLITIK26/06/2026 06:00 WIBGanjar Minta Prabowo Sebut Dalang Demo Bayaran
-
FOTO26/06/2026 05:35 WIBFOTO: Menko Infra AHY Pimpin Rapat Tingkat Menteri Bahas Tata Kelola Kebandarudaraan
-
RIAU26/06/2026 21:00 WIBPolres Bengkalis Tangkap Dua Tersangka Kasus Penggelapan Sepeda Motor
-
NASIONAL26/06/2026 20:49 WIBSudah Empat Peserta SPPI Meninggal, Pemerintah Baru akan Evaluasi Pelatihan Latsarmil
-
RAGAM26/06/2026 21:45 WIBButuh Hampir Satu Dekade, Ide Film CLBK Akhirnya Tembus Layar Lebar
-
EKBIS26/06/2026 07:00 WIBBahlil Tegaskan BBM Subsidi Tak Akan Naik Meski Dunia Memanas
-
POLITIK26/06/2026 11:00 WIBMahfud Tantang Presiden Prabowo Umumkan Siapa Dalang Demo Bayaran