Connect with us

EKBIS

Mau Gaji Rp10 Juta Jadi Ojol? Ini Jumlah Ordernya

Aktualitas.id -

Ilustrasi, driver ojol, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Grab Indonesia membeberkan data terbaru terkait penghasilan mitra pengemudi roda dua (GrabBike) dan roda empat (GrabCar). Berdasarkan data per Desember 2025, pendapatan driver ojol bisa mencapai lebih dari Rp10 juta per bulan, tergantung intensitas mengambil order.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menjelaskan mayoritas pengemudi tidak menjadikan aktivitas “narik” sebagai penghasilan utama. Lebih dari 80% mitra GrabBike dan 67% GrabCar tercatat menjadikan pekerjaan ini sebagai penghasilan tambahan.

“Ini menunjukkan fleksibilitas yang diberikan Grab dengan memanfaatkan teknologi,” ujar Neneng, Kamis (26/2/2026).

Berapa Order agar Tembus Rp10 Juta?

Untuk pengemudi roda dua yang menjadikan Grab sebagai nafkah utama dan berpenghasilan di atas Rp10 juta per bulan, rata-rata mereka mengambil 28 order per hari.

Sementara itu, pengemudi roda empat dengan penghasilan lebih dari Rp10 juta per bulan rata-rata menyelesaikan 11 order per hari.

Profil mitra dalam kategori ini umumnya kepala keluarga, tulang punggung keluarga, eks karyawan atau wirausaha, hingga driver profesional penuh waktu.

Rincian Penghasilan Ojol per Bulan

Pengemudi Roda Dua (GrabBike):

> Rp10 juta (Nafkah Utama)
Rata-rata 28 order/hari

Rp4–10 juta (Penghasilan Rutin)
Rata-rata 15 order/hari

Rp1–4 juta (Penghasilan Tambahan)
Rata-rata 6 order/hari, bekerja 2–4 jam

< Rp1 juta (Sesekali)
Rata-rata 4 order/hari, umumnya akhir pekan

Pengemudi Roda Empat (GrabCar):

> Rp10 juta (Nafkah Utama)
Rata-rata 11 order/hari

Rp4–10 juta (Penghasilan Rutin)
Rata-rata 7 order/hari

Rp1–4 juta (Tambahan)
Rata-rata 6 order/hari

< Rp1 juta (Sesekali)
Rata-rata 4 order/hari

3,7 Juta Mitra Terdaftar, 700-800 Ribu Aktif

Grab mencatat total mitra terdaftar mencapai 3,7 juta orang. Namun, jumlah mitra aktif setiap bulan berada di kisaran 700–800 ribu orang atau sekitar 19–20% yang minimal menarik satu order dalam bulan berjalan.

Neneng menjelaskan, mitra aktif bersifat dinamis karena banyak yang hanya menarik pada waktu tertentu sesuai kebutuhan.

Dari sisi demografi, sebanyak 182.500 mitra merupakan perempuan. Lebih dari 50% mitra berusia di atas 36 tahun, dengan mayoritas lulusan SMA (69%). Selain itu, satu dari dua pengemudi tercatat merupakan korban PHK.

“Artinya ini menjadi bantalan sosial,” kata Neneng.

Data ini menunjukkan profesi ojek online masih menjadi pilihan fleksibel bagi masyarakat, baik sebagai sumber penghasilan utama maupun tambahan, di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah. (Firmansyah/Mun)

TRENDING