EKBIS
Mentan Minta Inventarisasi Bantuan Alsintan
AKTUALITAS.ID – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang disiapkan untuk tahun 2025 mencapai Rp10 triliun guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian sehingga mewujudkan swasembada pangan.
Anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan berbagai jenis alsintan, termasuk traktor roda 4, traktor roda 2, combine harvester, rice transplanter, dan pompa air.
Amran meminta seluruh bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) diinventarisasi menyeluruh agar pemanfaatan lebih optimal dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta kesejahteraan petani nasional.
Mentan menekankan pentingnya pendataan ulang seluruh bantuan alsintan yang telah disalurkan kepada kelompok tani di berbagai daerah, untuk memastikan setiap alat benar-benar produktif dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya di lapangan.
“Pentingnya inventarisasi menyeluruh terhadap seluruh bantuan alsintan yang telah disalurkan kepada masyarakat, ini untuk memastikan alat benar-benar produktif, dimanfaatkan sesuai peruntukan,” kata Mentan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/3/2026).
Dia menekankan seluruh bantuan seperti traktor, combine harvester, dan peralatan lainnya wajib dilaporkan perkembangannya melalui sistem koordinasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) tingkat provinsi.
Pendataan tersebut mencakup kondisi alat, lokasi penggunaan, serta kontribusinya terhadap peningkatan produksi pertanian setempat.
Amran yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan apabila ditemukan alsintan tidak produktif atau tidak dimanfaatkan optimal, pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh. Penataan kembali distribusi dapat dilakukan dengan mengalihkan alat ke wilayah yang lebih membutuhkan.
Pemerintah juga menegaskan akan menindak penyalahgunaan bantuan termasuk praktik penjualan ilegal yang merugikan negara.
“Semua bantuan seperti traktor dan alsintan harus diinventarisir. Kalau ada yang diperjualbelikan, kirim ke hukum. Kita sudah kerja sama dengan aparat. Negara tidak boleh dirugikan,” tegasnya.
Terkait mekanisme pemanfaatan alsintan, pemerintah menekankan prinsip keberpihakan kepada petani tanpa mematikan pelaku usaha lokal.
Ia juga menekankan tarif sewa alsintan bantuan pemerintah akan diatur di bawah harga pasar, namun tidak gratis, agar tercipta keseimbangan usaha.
“Kita ambil titik tengah. Jangan mahal sehingga memberatkan petani, tapi juga jangan gratis sehingga mematikan pengusaha lokal. Itu namanya tumbuh bersama,” jelas Mentan Amran.
Meski begitu, Mentan tidak merinci perkembangan penyaluran bantuan alsintan dalam satu tahun ataupun beberapa tahun terakhir.
Namun, dia menegaskan semuanya akan diinventarisasi agar penggunaannya lebih tetap sasaran dan optimal dalam mendukung swasembada pangan nasional.
(Purnomo/goeh)
-
DUNIA01/03/2026 00:02 WIB40 Orang Dilaporkan Tewas Dalam Serangan Israel di Iran Selatan
-
DUNIA01/03/2026 10:32 WIBBreaking News: Khamenei Gugur Usai Serangan Gabungan AS dan Israel ke Teheran
-
NUSANTARA28/02/2026 21:00 WIBPetugas Dapur SPPG di Papua Barat Wajib Rutin Cek Kesehatan
-
NASIONAL28/02/2026 21:30 WIBSerukan Dialog, Indonesia Siap Fasilitasi Perundingan AS-Iran
-
JABODETABEK28/02/2026 20:30 WIBBangunan Lapangan Padel Tidak Berizin Akan Dibongkar
-
PAPUA TENGAH28/02/2026 19:45 WIBBupati Mimika Pastikan Alat Berat di Kapiraya Segera Ditarik
-
NASIONAL28/02/2026 23:30 WIBPerayaan Imlek Festival 2577 Dihadiri Wapres Gibran
-
DUNIA01/03/2026 13:45 WIBTimur Tengah Membara: Rudal Iran Hantam 27 Pangkalan Militer Amerika Serikat

















