Connect with us

EKBIS

Rupiah Dibuka Melemah 0,30% di Awal Pekan

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Awal pekan perdagangan, Senin (2/3/2026), menjadi tantangan bagi mata uang Asia. Rupiah dan mayoritas mata uang regional lainnya kompak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang justru menunjukkan penguatan signifikan. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah akibat konflik Iran-AS.

Pada pukul 09.11 WIB, rupiah spot tercatat di level Rp 16.838 per dolar AS, terkoreksi 0,30% dari penutupan akhir pekan lalu di Rp 16.787. Data Bloomberg menunjukkan rupiah sempat dibuka melemah 0,26% ke Rp16.830 per dolar AS.

Dolar AS Perkasa, Mata Uang Asia Terpuruk

Penguatan dolar AS terjadi di tengah serangan AS dan Israel ke Iran. Kondisi geopolitik yang memanas ini mendorong investor global untuk beralih ke aset yang lebih aman (safe haven), termasuk dolar AS. Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama dunia, terpantau naik ke 97,83 dari 97,60.

Beberapa mata uang Asia yang mengalami pelemahan signifikan antara lain:

Won Korea: Melemah terdalam 0,80%

Peso Filipina: Melemah 0,60%

Baht Thailand: Melemah 0,46%

Ringgit Malaysia: Melemah 0,29%

Yen Jepang: Melemah 0,18%

Dolar Singapura: Melemah 0,17%

Hanya dolar Hong Kong yang berhasil mencatat penguatan tipis sebesar 0,01% terhadap dolar AS di awal perdagangan.

Kurs Referensi BI dan Implikasinya

Bank Indonesia (BI) menetapkan kurs transaksi pada Senin, 2 Maret 2026, dengan dolar AS di Rp 16.862,90 (jual) dan Rp 16.695,10 (beli). Pergerakan mata uang ini akan terus dicermati seiring perkembangan situasi geopolitik global.

Investor dan pelaku pasar diharapkan memantau dinamika ini, karena fluktuasi nilai tukar dapat mempengaruhi biaya impor-ekspor serta investasi di pasar keuangan domestik. (Firmansyah/Mun)

TRENDING