EKBIS
Banggar DPR Jangan Reaktif Turunkan Harga BBM
AKTUALITAS.ID – Napas lega akhirnya bisa ditiupkan oleh para pengelola anggaran negara! Di tengah kondisi ruang fiskal Indonesia yang dicap melarat dan super sempit, hantaman badai penurunan harga minyak dunia secara mengejutkan justru menjadi “juru selamat” yang menghindarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari ancaman kebangkrutan yang mengerikan.
Kabar gembira yang bikin jantung pemerintah sedikit tenang ini dibongkar langsung oleh Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah. Dengan nada penuh kelegaan, politikus senior PDI Perjuangan ini blak-blakan menyebut bahwa merosotnya harga komoditas energi global adalah berkah yang wajib dirayakan karena sukses memotong beban berat yang selama ini mencekik kas negara.
“Turunnya harga minyak dunia tentu kita syukuri bersama karena dapat mengurangi tekanan terhadap fiskal negara. Jika harga minyak terus meningkat, fiskal kita akan semakin terbebani karena ruang fiskal Indonesia tidak terlalu longgar,” semprot Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senayan, dengan nada menyentil, Rabu (17/6/2026).
Namun, di balik angin segar buat dompet negara ini, muncul tuntutan keras dari masyarakat: Kapan harga BBM dalam negeri ikutan turun?
Jangan senang dulu! Bagi Anda yang berharap harga BBM nonsubsidi langsung dipangkas besok pagi, siap-siap gigit jari. DPR tampaknya ogah gegabah dan langsung pasang rem tinggi-tinggi. Said Abdullah menegaskan bahwa pemerintah tidak akan bersikap reaktif dan plin-plan dalam menentukan harga energi di pasaran.
“Terkait penyesuaian harga BBM, menurut saya kemungkinan baru bisa dihitung bulan depan. Biasanya pemerintah dan DPR menggunakan rata-rata harga dalam periode tiga bulanan,” cetus Said mengungkap fakta yang bikin publik harus mengelus dada.
Menurutnya, formula tiga bulanan ini harga mati untuk mengantisipasi permainan fluktuasi pasar internasional yang terkenal licik. Said beralasan, kebijakan bongkar pasang harga yang terlalu cepat justru akan bikin rakyat dan dunia usaha pusing tujuh keliling.
“Kalau hari ini harga minyak turun lalu langsung menurunkan harga BBM, kemudian besok harga naik lagi dan harus dinaikkan kembali, tentu akan merepotkan masyarakat maupun pelaku usaha,” dalihnya. Jadi, meskipun APBN sudah lolos dari jeratan krisis fiskal, rakyat jelata tampaknya masih harus bersabar dan bertahan dengan harga BBM yang ada sekarang hingga bulan depan! Sampai kapan rakyat harus terus menunggu operan kebijakan ini? (Bowo/Mun)
-
NASIONAL18/09/2026 22:00 WIBPimpin DPR: Jangan Ada Kapal Berlayar Tanpa SOP
-
DUNIA18/09/2026 21:00 WIBSerangan Brutal Houthi Tewaskan 23 Tentara Pemerintah
-
JABODETABEK19/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Sabtu Hadir di 5 Titik Jakarta
-
DUNIA19/09/2026 00:00 WIBGudang Militer Israel di Gaza Dibobol
-
JABODETABEK19/09/2026 05:30 WIBBMKG: Hujan Ringan Berpotensi Turun di Jakarta Sabtu
-
NASIONAL19/09/2026 06:00 WIBDoa Menggema di DPR untuk 5 Jurnalis dan 3 Kru Hilang
-
DUNIA19/09/2026 08:00 WIBIsrael Siapkan Operasi Darat Baru di Gaza
-
POLITIK19/09/2026 09:30 WIBJeirry Sumampow: Rekrutmen KPU-Bawaslu Jadi Titik Rawan Demokrasi