EKBIS
IHSG Terjun Bebas Nyaris Jebol ke Bawah 6.000
AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif dan akhirnya tertekan pada awal perdagangan Jumat (9/10/2026). Setelah sempat dibuka menguat, indeks mendadak berbalik arah dan nyaris meninggalkan level psikologis 6.000.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG sempat naik 0,23 persen ke posisi 6.044,86 pada awal sesi. Namun optimisme itu tak bertahan lama. Tekanan jual yang muncul di berbagai sektor membuat indeks berbalik melemah hingga menyentuh level 6.001,71 atau turun sekitar 0,49 persen.
Pergerakan yang sangat cepat tersebut memicu kewaspadaan pelaku pasar, terutama setelah sehari sebelumnya investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih dalam jumlah besar.
Meski sempat kembali menguat ke level 6.045, volatilitas pasar tetap tinggi. Pada perdagangan pagi, sebanyak 351 saham bergerak di zona merah, sementara hanya 193 saham yang menguat dan 174 saham stagnan.
Nilai transaksi yang terjadi sejak awal perdagangan juga tergolong besar. Hingga pagi hari, transaksi pasar mencapai sekitar Rp941,8 miliar dengan volume perdagangan mencapai 5,64 miliar saham.
Tekanan terhadap IHSG terlihat dari dominasi saham-saham yang mengalami pelemahan. Hingga sesi berjalan, tercatat 497 saham melemah, 171 saham menguat, dan 119 saham tidak mengalami perubahan harga.
Sejumlah sektor menjadi pemberat utama laju indeks. Sektor energi, konsumer siklikal, infrastruktur, transportasi, teknologi, dan kesehatan tercatat berada di zona merah.
Di sisi lain, beberapa sektor masih mampu bertahan positif, seperti sektor keuangan, properti, bahan baku, industri, dan konsumer non-siklikal.
Untuk kelompok saham penguat terbesar atau top gainers, ditempati oleh:
PT Atlas Resources Tbk (ARII)
PT Steady Safe Tbk (SAFE)
PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI)
Sementara saham yang masuk jajaran top losers antara lain:
PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN)
PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)
PT MPX Logistics International Tbk (MPXL)
Sentimen negatif juga masih datang dari aktivitas investor asing. Pada perdagangan sebelumnya, investor asing mencatatkan net sell mencapai Rp867,27 miliar di seluruh pasar.
Rinciannya, sebesar Rp848,28 miliar terjadi di pasar reguler, sementara sekitar Rp19 miliar terjadi di pasar negosiasi dan tunai.
Aksi keluar dana asing tersebut menjadi salah satu faktor yang terus membayangi pergerakan pasar saham domestik.
Dengan tekanan jual yang masih mendominasi dan ratusan saham bergerak di zona merah, pelaku pasar kini mencermati apakah level 6.000 mampu bertahan sebagai area penopang penting IHSG atau justru akan ditembus apabila tekanan berlanjut hingga sesi perdagangan berikutnya. (Firman/Mun)
-
POLITIK08/10/2026 20:00 WIBPengamat SDI: Putusan MK Gibran Buka Kotak Pandora Baru
-
NUSANTARA08/10/2026 14:30 WIBBMKG: Hujan Sangat Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
-
DUNIA08/10/2026 15:00 WIBBos WHO Minta Rusia Transparan soal Dugaan Wabah Pes
-
DUNIA08/10/2026 21:00 WIBTrump Klaim Kerusuhan Prancis Terkait Singgung Migrasi dan Islam
-
OTOTEK08/10/2026 13:30 WIBKomdigi Bongkar Jutaan Akun Anak Diblokir
-
NUSANTARA08/10/2026 23:00 WIBSopir Ojol Tewas Ditikam Anak Kekasihnya di Kamar Kos
-
NASIONAL08/10/2026 22:00 WIBIni Kriteria yang Berhak Dapat Subsidi Haji Rp 3 Juta
-
NASIONAL08/10/2026 14:00 WIBAtalia Praratya: Kasus Aqib Jadi Alarm Nasional soal Kekerasan Anak
















