Connect with us

EKBIS

IHSG Buka Hijau, Tak Lama Kemudian Terpeleset

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung menyajikan pergerakan ekstrem pada awal perdagangan pekan ini, Senin (12/10/2026). Sempat memberi angin segar dengan lonjakan di zona hijau, indeks saham acuan nasional ini secara mengejutkan langsung berbalik arah menukik ke zona merah hanya dalam hitungan menit.

Awalnya, IHSG tampil meyakinkan dengan dibuka menguat 15,56 poin atau 0,26 persen ke posisi 6.109,32 dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.093,75. Laju indeks bahkan sempat meroket hingga level 6.125,98 (naik 0,53 persen) pada pukul 09.00 WIB dengan volume transaksi awal mencapai 8,12 juta lot bernilai Rp172,45 miliar.

Dorongan awal ini disokong oleh menguatnya 280 saham. Indeks saham unggulan LQ45 juga sempat mencicipi kenaikan 1,58 poin ke posisi 603,25.

BACA JUGA  IHSG Rebound Setelah Lima Hari Beruntun Merah

Namun, euforia tersebut terbukti hanya sebuah ‘jebakan’. Tepat pada pukul 09.07 WIB, IHSG langsung tersungkur dan berbalik arah melemah 0,15 persen menuju level 6.086,68. Mayoritas indeks saham acuan terseret ke zona merah, meski LQ45 masih berupaya bertahan dengan kenaikan sangat tipis 0,03 persen di level 601,93.

Tumbangnya IHSG dipicu oleh tekanan hebat dari sektor teknologi dan infrastruktur yang menjadi pemberat utama indeks. Padahal, mayoritas sektor lainnya sebenarnya bergerak di zona hijau, dipimpin oleh lonjakan impresif sektor saham basic sebesar 0,87 persen dan properti sebesar 0,50 persen.

Hingga laju perdagangan awal, tercatat 200 saham melemah dan 235 lainnya jalan di tempat. Total frekuensi perdagangan menembus 87.325 kali dengan perputaran 2,3 miliar lembar saham senilai Rp484 miliar. Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau berada di posisi Rp17.860.

BACA JUGA  IHSG Menguat 0,63% di Akhir Pekan, Investor Perhatikan Level Support Kunci

Drama pasar domestik hari ini tidak lepas dari bayang-bayang ketidakpastian global. Pelaku pasar tengah wait and see merespons rentetan sentimen kelas berat, mulai dari rilis data krusial ekonomi China hingga Amerika Serikat. Titik krusial lainnya berada di Bangkok, Thailand, di mana forum Dana Moneter Internasional (IMF) tengah berlangsung dan menanti pidato penentu arah suku bunga dari Chairman The Fed, Kevin Warsh. (Firman/Mun)

TRENDING