JABODETABEK
BMKG Prakirakan Cuaca Berawan di DKI Jakarta pada Selasa
AKTUALITAS.ID – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di DKI Jakarta akan berawan pada Selasa siang.
Pada pagi hari, sebagian besar wilayah DKI Jakarta diperkirakan cerah. Sementara itu, Kepulauan Seribu diprediksi cerah berawan, dan Jakarta Pusat akan mengalami cuaca berawan tebal.
Menjelang siang, seluruh wilayah DKI Jakarta diprediksi berawan. Pada sore hari, sebagian besar wilayah Jakarta akan mengalami cuaca berawan tebal, kecuali Kepulauan Seribu yang diperkirakan berawan.
Kemudian malam harinya, seluruh wilayah DKI Jakarta diperkirakan berawan tebal hingga dini hari.
Suhu udara di DKI Jakarta diperkirakan berkisar antara 24 hingga 31 derajat Celcius.
BMKG juga memprediksi potensi hujan meningkat pada akhir Juli dan Agustus 2024 untuk wilayah DKI Jakarta.
Dalam sepekan ke depan, wilayah Jabodetabek diprediksi masih relatif kering. Jakarta masih dinyatakan berada dalam musim kemarau, karena jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) belum mencapai 50 milimeter dan diikuti oleh dua dasarian berikutnya.
Kemarau adalah kondisi cuaca tanpa hujan yang lebih sering terjadi dibandingkan cuaca hujan. Selain itu, perubahan iklim juga turut mempengaruhi pola musim di wilayah ini.
Dengan cuaca yang cenderung kering, masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengambil langkah-langkah antisipasi untuk menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu. (YAN KUSUMA/RAFI)
-
POLITIK24/07/2026 07:00 WIBPrabowo Tuding Wartawan Londo Ireng
-
DUNIA24/07/2026 08:00 WIBTrump Ancam Serangan Masif ke Iran
-
EKBIS24/07/2026 09:30 WIBJumat Kelabu, IHSG Anjlok Lebih dari 1%
-
NUSANTARA24/07/2026 07:30 WIBBejat! Oknum Guru PNS ‘Umpankan’ Murid SD Yatim Piatu ke Suami Sendiri
-
JABODETABEK24/07/2026 08:30 WIBObat Nyamuk Bakar Diduga Picu Kebakaran Maut di Bekasi
-
OASE24/07/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Ungkap Rahasia Tubuh Manusia Ribuan Tahun Lalu
-
POLITIK24/07/2026 06:00 WIBIstana Belum Bahas Pengganti Wamentan
-
NASIONAL24/07/2026 09:00 WIBEddy: Jangan Sampai RI Terjebak Krisis Energi Impor