JABODETABEK
Sudinkes: Ada Tiga Kasus Terduga Cacar Monyet di Jakbar
AKTUALITAS.ID – Jakarta Barat mengalami peningkatan kewaspadaan terhadap cacar monyet (Monkeypox) setelah Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) mencatat tiga kasus terduga yang saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan. Kepala Sudinkes Jakarta Barat, Erizon Safari, mengonfirmasi pada Jumat (30/8/2024), bahwa satu pasien dirawat di rumah sakit, sedangkan dua lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah.
Erizon Safari menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat merinci gejala fisik yang dialami ketiga pasien tersebut. Saat ini, mereka masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk konfirmasi lebih lanjut mengenai status kesehatan pasien.
Di sisi lain, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa vaksin untuk cacar monyet masih difokuskan pada kelompok tertentu, terutama bagi penderita HIV. Menurutnya, “Vaksin Mpox kita berikan kepada kelompok-kelompok yang rentan seperti penderita HIV. Vaksin ini tidak menyebar secara luas dan hanya ditujukan untuk kelompok tersebut.”
Menkes menambahkan bahwa stok vaksin Mpox masih mencukupi dan mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan.
Dengan informasi ini, masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada, serta terus menerapkan praktik kesehatan yang baik untuk melindungi diri dari potensi penyebaran cacar monyet. (NAUFAL/RAFI)
-
RIAU18/09/2026 07:30 WIBPolisi Amankan Anak 14 Tahun di Bengkalis
-
NUSANTARA18/09/2026 14:30 WIBUNRI dan Polda Riau Resmikan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan
-
JABODETABEK18/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Dibuka di 5 Lokasi!
-
OASE18/09/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Memandang Yahudi & Kristen
-
JABODETABEK18/09/2026 05:30 WIBBMKG: Jumat Jakarta Full Berawan Seharian
-
EKBIS18/09/2026 09:30 WIBJelang Akhir Pekan, IHSG Tancap Gas Tinggalkan Zona Merah
-
NASIONAL18/09/2026 06:00 WIB10 Hari Tanpa Jejak, SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru di Selat Sunda
-
POLITIK18/09/2026 09:00 WIBDasco: PT 5 Persen Masih Jadi Bahan Diskusi