JABODETABEK
Isu Pocong Jadi-jadian Gegerkan Tangerang
AKTUALITAS.ID – Jagat media sosial kembali dibuat heboh! Isu kemunculan ‘pocong jadi-jadian’ bersenjata tajam yang disebut berkeliaran di kawasan Ciputat Timur, Tangerang, memicu kepanikan warga dan langsung mengundang perhatian aparat kepolisian. Dugaan modus begal berkostum pocong pun kini tengah diselidiki.
Aparat kepolisian bersama Pemerintah Kota Tangerang bergerak cepat menyelidiki isu teror pocong jadi-jadian yang meresahkan masyarakat di wilayah Ciputat Timur dan sekitarnya.
Fenomena yang viral di media sosial itu menyebut adanya sosok menyeramkan berkostum pocong membawa senjata tajam dan diduga digunakan sebagai modus aksi kriminalitas.
Laporan pertama muncul dari informasi warga yang menyebut sosok tersebut terlihat di lapangan bola Jalan Cempaka Raya, Rengas, Kecamatan Ciputat Timur, Kamis (21/5/2026).
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi usai menerima laporan melalui hotline kepolisian.
“Ada seseorang lapor ke hotline, katanya dia menerima informasi dari temannya bahwa ‘pocong’ lagi beredar di lapangan bola Jalan Cempaka Raya,” ujar Bambang, Jumat (22/5/2026).
Menurut laporan yang diterima, sosok pocong tersebut disebut-sebut menjadi modus pembegalan dan bahkan dikabarkan sudah ada korban terkena sabetan senjata tajam.
Informasi yang beredar menyebut “pocong” itu digunakan untuk menakut-nakuti warga sebelum melakukan aksi kriminal.
“Katanya ‘pocong’ itu modus begal, sudah ada kena bacok walau hanya goresan saja. Tapi itu juga informasi dari temannya, bukan dia sendiri yang mengalami,” jelas Bambang.
Meski isu telanjur viral dan membuat warga panik, polisi mengaku tidak menemukan sosok misterius tersebut saat melakukan pengecekan ke lokasi.
Petugas juga telah meminta keterangan warga sekitar, namun tidak ada satu pun saksi mata yang mengaku melihat keberadaan “pocong” tersebut.
“Sudah dicek ke TKP nihil, warga sekitar juga tidak ada yang melihat,” kata Bambang.
Upaya polisi untuk menghubungi kembali pelapor juga mengalami kendala karena nomor telepon yang digunakan sudah tidak aktif.
Polisi Ingatkan Bahaya Hoaks
Pihak kepolisian meminta masyarakat tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang berasal dari media sosial.
“Jangan menyebar hoaks untuk membuat resah masyarakat. Check dan recheck kembali faktanya,” tegas Bambang.
Fenomena pocong viral ini juga mendapat perhatian dari Polda Metro Jaya. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imannuddin, mengakui isu tersebut sempat membuat heboh warga.
“Memang fenomena pocong kemarin cukup menghebohkan,” ujarnya dalam konferensi pers.
Polda Metro menegaskan bakal melakukan langkah preventif sekaligus edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap lingkungan sekitar.
Meski begitu, polisi memastikan akan bertindak tegas apabila fenomena “pocong” digunakan untuk melakukan tindak pidana seperti pencurian, pengancaman, atau kekerasan menggunakan senjata tajam.
“Apabila terdapat dugaan tindak pidana, baik pencurian maupun pengancaman dengan senjata tajam, kami akan melakukan penegakan hukum tanpa pandang bulu,” tegas Iman.
Hingga kini polisi masih melakukan penelusuran terkait sumber informasi awal yang memicu kepanikan warga tersebut.
Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah terpancing isu viral, dan segera melapor ke aparat jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. (Kusuma/Mun)
-
FOTO24/08/2026 11:15 WIBFOTO: Momen Budi Arie Potong Tumpeng Rayakan HUT ke-12 Projo
-
NASIONAL24/08/2026 07:00 WIBPrabowo Siap Terbang ke NTT Usai Tinjau Karhutla Kalimantan
-
NASIONAL24/08/2026 11:15 WIBSDI Bongkar Jalan Panjang Kedaulatan Indonesia
-
JABODETABEK24/08/2026 06:30 WIBSenin Ini SIM Keliling Hadir di 5 Wilayah Jakarta
-
NASIONAL24/08/2026 09:00 WIBIsu Haji Isam Koordinator Karhutla Dibantah Tegas Istana
-
NUSANTARA24/08/2026 08:30 WIB66 Ribu Warga Kalteng Terserang ISPA
-
EKBIS24/08/2026 09:30 WIBIHSG Tembus 6.544 Pagi Ini
-
NASIONAL24/08/2026 10:00 WIBBPS Ungkap Data Desil 290 Juta Warga Indonesia