JABODETABEK
PERDAMI Bekasi Bantu Operasi Katarak Gratis
AKTUALITAS.ID – Ancaman kebutaan akibat katarak di Bekasi perlahan berhasil ditekan. Sebanyak 150 warga Kota dan Kabupaten Bekasi dipastikan kembali mendapatkan ketajaman penglihatan mereka setelah menjalani operasi katarak gratis yang dieksekusi oleh Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Cabang Bekasi dan RS Hermina Grand Wisata, Minggu (18/10/2026).
Aksi medis berskala besar dalam peringatan World Sight Day 2026 ini menjadi langkah krusial. Katarak hingga kini masih menduduki peringkat pertama penyebab kebutaan di Indonesia, jauh melampaui glaukoma maupun kelainan refraksi.
Ketua PERDAMI Cabang Bekasi, dr. Retno Unggul Hapsari, SpM, MH, menegaskan bahwa memulihkan penglihatan sama dengan menyelamatkan masa depan seseorang, terutama bagi masyarakat ekonomi rentan.
“Kami ingin keberadaan PERDAMI benar-benar terasa manfaatnya. Ketika seseorang dapat melihat kembali dengan lebih baik, yang kita kembalikan bukan sekadar tajam penglihatannya, tapi kemandirian, kepercayaan diri, dan kualitas hidupnya,” tegas dr. Retno.
Langkah menuju meja operasi ini tidak instan. Proses diawali dengan skrining ketat ratusan pendaftar pada awal Oktober lalu. Hanya 150 pasien yang lolos dan langsung dieksekusi oleh dokter spesialis dengan dukungan fasilitas penuh dari RS Hermina Grand Wisata.
Manajer Pelayanan RS Hermina Grand Wisata, dr. Ali Romansa, memastikan seluruh sarana dan prasarana rumah sakit dikerahkan secara maksimal untuk memastikan prosedur berjalan tanpa celah.
“Kami sangat mensuport kegiatan ini. Harapannya operasi katarak ini membawa dampak positif dan nyata langsung dirasakan masyarakat luas,” ungkap dr. Ali.
Kesuksesan operasi massal ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor yang kuat. Sejumlah instansi dan yayasan sosial turut mengambil peran penting, mulai dari Gerakan Mata Hati, Kompas Gramedia, Yayasan Lions Club Indonesia, hingga Dinas Kesehatan dan IDI Kabupaten Bekasi.
Bagi pasien, operasi tanpa biaya ini layaknya kesempatan kedua. Mariyamah (64), penjual nasi uduk asal Desa Setiadarma, tak kuasa menahan haru. Selama ini, penglihatannya yang tertutup katarak sangat menyiksa dan menghambat rutinitasnya mencari nafkah.
“Terima kasih untuk pihak rumah sakit dan PERDAMI Bekasi. Semoga setelah operasi, mata saya bisa melihat dengan jelas, tidak lagi burem,” ucapnya terbata.
Hal senada diungkapkan Agustinus Suwardi (60). Beban biaya operasi yang mahal kini sirna, digantikan harapan untuk kembali mandiri. “Semoga mata menjadi terang dan kegiatan ini makin banyak memberi manfaat,” ujarnya.
Satu mata yang diselamatkan berarti satu kehidupan yang diubah. Organisasi medis dan lintas sektor di Bekasi telah membuktikan bahwa menekan angka kebutaan bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata di akar rumput.(Mun)
-
EKBIS20/10/2026 17:00 WIBEkonom Ingatkan Bahaya Reputasi Indonesia di Mata Investor Global
-
DUNIA20/10/2026 21:00 WIBIran Perketat Ancaman di Selat Hormuz
-
POLITIK20/10/2026 20:00 WIBGolkar Klaim Indonesia Tumbuh Cepat di Era Prabowo-Gibran
-
NASIONAL20/10/2026 17:15 WIBDua Tahun Prabowo-Gibran, Survei ASI Ungkap CKG dan Sekolah Rakyat Jadi Program Favorit
-
EKBIS20/10/2026 19:00 WIBIHSG Ditutup Menguat 5,65 Persen ke Level 5.278
-
NUSANTARA20/10/2026 22:00 WIBAksi Kasar Ajudan Gubernur Kaltim Senggol Demonstran Wanita
-
DUNIA20/10/2026 18:00 WIBSerangan Drone Israel Tewaskan Warga Sipil di Gaza
-
NUSANTARA20/10/2026 14:30 WIBBapak dan Dua Anak Tewas Dalam Bentrokan di OKI