NASIONAL
PBNU Kutuk Serangan Israel Terhadap Iran
AKTUALITAS.ID – Menteri Luar Negeri Sayed Abbas Araghchi, saat berbicara di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa mengatakan Iran, negara dengan populasi hampir 100 juta jiwa, saat ini menghadapi tindakan agresi terang-terangan oleh rezim yang telah melakukan genosida di Palestina selama dua tahun terakhir.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk serangan unilateral Israel atas Iran yang telah menimbulkan korban kemanusiaan yang besar, dan berpotensi mengundang keterlibatan pihak-pihak lain, termasuk negara-negara besar.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, menyatakan bahwa perang ini menjadi ancaman yang berbahaya terhadap kemanusiaan, keamanan dan stabilitas internasional.
“PBNU mengutuk serangan unilateral Israel terhadap Iran yang memicu eskalasi konflik militer di kawasan, dan meminta Israel mengakui hak Iran sebagai negara yang berdaulat untuk mempertahankan diri,” ujarnya di Jakarta pada Sabtu (21/6/2025).
Yahya juga menyatakan keprihatinan PBNU terhadap korban kemanusiaan yang terjadi akibat eskalasi konflik militer ini dan khawatir dengan potensi dampak global yang mengiringinya.
Oleh karena itu, PBNU mendesak semua pihak untuk mengupayakan de-eskalasi konflik dan melakukan gencatan senjata sesegera mungkin, serta meminta Pemerintah Republik Indonesia mengambil langkah-langkah politik internasional sebagai kontribusi untuk mengupayakan solusi.
“PBNU juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera bertindak sebagai otoritas pemelihara tatanan internasional guna membendung konflik-konflik militer yang marak di berbagai kawasan dewasa ini (Rusia-Ukraina, Pakistan-India, termasuk Iran-Israel) demi keamanan dan stabilitas global,” ucap Yahya.
Ia juga mengajak segenap warga NU, kaum Muslimin, dan seluruh umat manusia dari latar belakang kebangsaan atau agama manapun untuk turut memanjatkan doa dan memohon pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Esa demi perdamaian, keselamatan peradaban dan kemanusiaan.
Diplomat tinggi Iran pada Jumat (20/6), menyatakan tuduhan bahwa Israel melancarkan ‘perang yang sewenang-wenang dan kriminal” dan meminta masyarakat internasional mengutuk tindakan yang disebutnya “agresi yang kejam”. (Ari Wibowo/goeh)
-
POLITIK14/02/2026 06:00 WIBPRIMA Apresiasi Stimulus Ekonomi Pemerintah Jelang Ramadan 2026
-
PAPUA TENGAH14/02/2026 16:50 WIB5 Pelajar Pelaku Perampokan Kios di Mimika Ditangkap Tim BABAT
-
JABODETABEK14/02/2026 10:30 WIBKurir Narkoba di Cakung Diciduk, Polisi Amankan Ratusan Gram Sabu
-
JABODETABEK14/02/2026 05:30 WIBBMKG: Jabodetabek Waspada Hujan dan Petir Sabtu 14 Februari 2026
-
PAPUA TENGAH14/02/2026 19:15 WIBPerpanjangan Masa Jabatan, 133 Kepala Kampung di Mimika Bakal Dievaluasi
-
POLITIK14/02/2026 14:00 WIBGolkar Tegaskan Tak Ada Perbedaan Tajam Bahlil dan Purbaya soal Lifting Migas
-
NUSANTARA14/02/2026 11:30 WIBLiburan Berujung Duka, Pria Asal China Ditemukan Tak Bernyawa di Nusa Dua Bali
-
NASIONAL14/02/2026 13:00 WIBMensos Desak Wali Kota Denpasar Cabut Pernyataan soal Penonaktifan PBI BPJS

















