NASIONAL
AS Perketat Penerbitan Visa Pelajar
AKTUALITAS.ID – Pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump berseteru dengan sejumlah kampus ivy league. Trump ingin kampus-kampus tunduk pada arahan pemerintah, terutama tentang antisemitisme.
Perseteruan terpanas terjadi antara Trump dengan Universitas Harvard. Pemerintahan Trump menuding Harvard “mempromosikan kekerasan, antisemitisme, dan berkoordinasi dengan Partai Komunis China”.
Trump memotong semua dana hibah ke Harvard. Dia juga mengancam mencabut status bebas pajak Harvard. Terbaru, dia melarang Harvard menerima mahasiswa dari negara lain.
Terbaru Pemerintah Amerika Serikat (AS) mewajibkan pelajar dan peserta pertukaran dari Indonesia mencantumkan akun media sosial dalam formulir aplikasi visa.
Aturan itu ditegaskan melalui akun Instagram Kedutaan Besar AS di Jakarta. Kewajiban itu berlaku bagi pemohon visa F, M, dan J yang ditujukan untuk pelajar dan program pertukaran.
“Amerika Serikat terus memperkuat proses pemeriksaan visa demi menjaga keamanan nasional dan keselamatan publik. Para pemohon visa pelajar dan program pertukaran wajib untuk mencantumkan akun media sosial mereka dalam formulir aplikasi visa dan menyesuaikan pengaturan privasi di semua akun media sosial menjadi ‘publik’,” tulis akun Instagram @usembassyjkt, Jumat (20/6/2025).
Kedubes AS menerangkan kewajiban pencantuman akun media sosial untuk formulir visa sudah berlaku sejak 2019. Media sosial menjadi bahan penyaringan pemberian visa.
Kedubes AS menyebut hal itu dilakukan untuk mengidentifikasi pemohon visa yang tidak memenuhi syarat. Mereka memberi penekanan pada pihak-pihak yang dianggap mengancam keamanan nasional AS.
“Tidak mencantumkan informasi media sosial dapat mengakibatkan penolakan visa dan ketidaklayakan untuk visa di masa mendatang,” tulis Kedubes AS untuk Indonesia. (Ari Wibowo/goeh)
-
FOTO19/09/2026 16:49 WIB
KWP Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis Hilang Kontak
-
NUSANTARA19/09/2026 08:30 WIBDua Mahasiswi Jadi Korban Tabrak Lari di Toba
-
POLITIK19/09/2026 09:30 WIBJeirry Sumampow: Rekrutmen KPU-Bawaslu Jadi Titik Rawan Demokrasi
-
NASIONAL19/09/2026 13:00 WIBMusa Rajekshah: Sekolah Rakyat Jangan Cuma Jadi Proyek
-
RAGAM19/09/2026 14:00 WIBBoven Digoel: Tempat Lahirnya Jaringan Kemerdekaan
-
POLITIK19/09/2026 10:00 WIBPrabowo: Demokrasi Bisa Dibajak Orang Berduit
-
POLITIK19/09/2026 11:00 WIBPrabowo Bicara Reshuffle, PAN Pilih Taat
-
DUNIA19/09/2026 12:00 WIBTrump Batasi Gerak Presiden Iran di New York

















