NASIONAL
Istana: Penyelidikan Korban Jiwa Demo Sudah Berjalan, Tak Perlu Didorong PBB
AKTUALITAS.ID – Istana Kepresidenan menegaskan pemerintah telah menindaklanjuti jatuhnya korban jiwa dalam gelombang demonstrasi akhir Agustus 2025. Penegasan ini disampaikan menyusul desakan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar Indonesia segera melakukan investigasi menyeluruh.
Menurut Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, Presiden telah lebih dulu menginstruksikan pemeriksaan terhadap aparat yang bertindak di luar kewenangan. “Presiden sudah mengarahkan, kalau ada tindakan yang tidak terukur dan melampaui kewenangan, itu harus diperiksa,” kata Hasan di Kantor Kemendagri, Selasa (2/9/2025).
Ia menambahkan, pemerintah telah memberikan atensi penuh pada kasus ini tanpa perlu didesak oleh pihak mana pun. Saat ini, kepolisian pun sudah menjalankan perintah Presiden. “Aparat kepolisian sedang menjalankan instruksi Presiden, memeriksa tindakan yang berlebihan dan tidak terukur,” tegasnya.
Seperti diketahui, demonstrasi menolak gaji dan tunjangan DPR RI pada 25-31 Agustus 2025 diwarnai bentrokan. Komnas HAM mencatat, 10 orang meninggal dunia di berbagai kota, termasuk Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar. Salah satu korban yang paling disorot adalah pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob pada 28 Agustus.
Sementara itu, PBB melalui Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) meminta agar investigasi atas dugaan pelanggaran HAM internasional dilakukan secara independen, cepat, dan transparan. (Ari Wibowo/Mun)
-
FOTO04/09/2026 13:00 WIBFOTO: ACC Kembangkan Potensi Warga Desa Cibunian
-
EKBIS04/09/2026 12:30 WIBPertamina Batalkan Syarat STNK untuk Beli BBM
-
POLITIK04/09/2026 15:00 WIBBawaslu Minta Masukan Insan Pers Maksimalkan Kinerja Pengawasan Pemilu
-
NASIONAL04/09/2026 09:45 WIBErna Sari Dewi: Stop Bicara Digital Desa Kalau Tak Didanai
-
JABODETABEK04/09/2026 15:30 WIBMengaku Disekap, 2 ART Akhirnya Dipulangkan Polisi
-
DUNIA04/09/2026 17:00 WIBMohsen Rezaei: Strategi Baru Iran Akan Hantam Fondasi Kekuatan AS
-
POLITIK04/09/2026 10:00 WIBBawaslu Waspadai Deepfake di Pemilu 2029, Minta Pengawasan AI Diatur UU
-
EKBIS04/09/2026 10:30 WIBDolar AS Melemah, Rupiah Naik ke Rp17.632
















