NASIONAL
Demokrat Tegaskan Tak Terlibat dalam Polemik Tuduhan Ijazah Jokowi
AKTUALITAS.ID – Partai Demokrat menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam polemik tudingan ijazah palsu yang kembali menyeret nama mantan Presiden Joko Widodo. Pernyataan resmi partai dikeluarkan untuk meluruskan anggapan publik setelah komentar salah satu kader Demokrat dinilai mengarah pada isu tersebut.
Juru bicara Partai Demokrat, Diska Putri, menyatakan bahwa partainya sama sekali tidak diminta maupun terlibat dalam polemik yang kini ramai diperbincangkan. Diska menyampaikan kebingungan karena isu ijazah itu seolah menyeret banyak pihak, termasuk Demokrat, padahal tidak ada arahan internal untuk ikut mengangkat masalah tersebut.
“Kami ingin menyampaikan bahwa tidak pernah ada arahan atau apa pun untuk ikut dalam polemik ijazah ini,” ujar Diska dalam keterangan persnya, Jumat (28/11/2025).
Diska menjelaskan bahwa pernyataan Wakil Ketua Umum Demokrat sekaligus anggota Baleg DPR RI, Benny K. Harman, yang sempat viral, disampaikan dalam konteks pembahasan RUU Pendidikan dan Dosen, khususnya terkait isu sertifikasi dan kualitas tenaga pendidik. Menurut Diska, pernyataan Benny tidak menyebut nama siapa pun secara eksplisit sehingga tidak semestinya ditafsirkan sebagai tuduhan terhadap individu tertentu.
“Pernyataan Pak Benny itu tidak menyebut siapa pun. Jadi kami bingung kenapa malah dianggap sebagai tuduhan,” tegas Diska.
Selain meluruskan konteks pernyataan kadernya, Diska menegaskan bahwa Partai Demokrat konsisten menjunjung politik yang beretika dan santun. Ia menyinggung tradisi politik yang dijalankan partai di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai contoh komitmen terhadap etika politik.
“Kami selalu diajarkan politik yang santun. Pak SBY itu selalu melakukan politik yang santun,” kata Diska.
Menutup keterangannya, Diska mempertanyakan alasan yang membuat Demokrat dianggap berkepentingan dalam polemik yang tengah memanas. Ia menegaskan kembali bahwa tidak ada kebutuhan atau strategi partai untuk terlibat dalam isu tersebut dan meminta publik untuk berhati-hati dalam menafsirkan pernyataan publik figur. (Bowo/Mun)
-
NUSANTARA04/08/2026 23:00 WIBRatusan Dapur MBG Belum Kantongi Sertifikat Higiene
-
NASIONAL05/08/2026 11:00 WIBWaspadai Potensi Kericuhan, Aksi 50 Ribu Buruh Ditunda
-
DUNIA05/08/2026 00:00 WIBIran Tak Lagi Aman, Milisi Kurdi Klaim Gempur Pangkalan IRGC
-
OTOTEK05/08/2026 13:30 WIBWhatsApp Kena Gelombang Suspend, Begini Cara Selamatkan Akun
-
EKBIS05/08/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Menguat ke 6.338
-
POLITIK05/08/2026 10:00 WIBPegiat Pemilu Minta MK Rombak Aturan Sengketa Pilpres
-
EKBIS05/08/2026 10:30 WIBRupiah Hajar Dolar AS di Awal Sesi
-
NUSANTARA05/08/2026 07:30 WIBDua Pendaki Hilang Misterius di Gunung Piramid Bondowoso