NASIONAL
Connie: Kasus Andrie Harus Jadi Momentum Reformasi TNI
AKTUALITAS.ID – Pakar militer dan geopolitik global Connie Rahakundini menilai kasus penyerangan air keras terhadap aktivis Andrie Yunus menjadi momentum penting untuk pembenahan institusi militer, khususnya dalam aspek transparansi dan akuntabilitas.
Kasus yang menimpa aktivis dari KontraS itu memicu sorotan publik, terutama terkait mekanisme hukum yang digunakan dalam penanganannya.
Connie mempertanyakan alasan kasus kekerasan terhadap warga sipil justru ditangani melalui peradilan militer, bukan mekanisme hukum sipil yang lebih terbuka.
“Mengapa kasus kekerasan terhadap warga sipil justru ditangani sepenuhnya dalam lingkup militer, bukan melalui mekanisme hukum sipil yang transparan?” ujarnya dalam diskusi publik yang digelar Indonesia Youth Congress secara daring, Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, jika kasus tetap diproses di peradilan militer, maka perlu ada penguatan pengawasan eksternal yang melibatkan Komnas HAM dan DPR, khususnya Komisi I, secara aktif dan real-time.
Connie juga menekankan pentingnya reformasi regulasi intelijen nasional, termasuk penyusunan aturan yang memberikan batas tegas antara fungsi intelijen strategis dan aktivitas domestik.
“Setiap operasi intelijen harus disertai human rights impact assessment sebagai bentuk pertanggungjawaban,” tegasnya.
Ia mengusulkan penguatan koordinasi sipil-militer yang transparan dan akuntabel, reformasi kelembagaan intelijen, serta integrasi perlindungan HAM dalam setiap kebijakan.
“Intelijen tidak boleh menjadi ‘black box’ yang tertutup dari pengawasan publik. Kasus Andrie Yunus harus menjadi momentum pembenahan,” tambahnya.
Diketahui, Andrie Yunus diserang air keras oleh orang tak dikenal pada 12 Maret 2026 di kawasan Salemba, Jakarta. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bakar serius hingga sekitar 20 persen.
Hasil penyelidikan mengungkap bahwa pelaku merupakan empat anggota TNI dari kesatuan BAIS berinisial NDP, SL, BHW, dan ES.
Saat ini, berkas perkara keempat tersangka telah dilimpahkan ke Oditurat Militer dan akan segera menjalani proses persidangan.
Connie menegaskan bahwa kasus ini harus dikawal bersama oleh publik agar penanganannya transparan hingga tuntas, termasuk mengungkap motif, aktor intelektual, serta rantai komando di balik peristiwa tersebut.
Dengan demikian, kasus Andrie Yunus diharapkan tidak hanya menjadi catatan kelam, tetapi juga titik awal reformasi yang lebih luas dalam tubuh TNI dan sistem intelijen nasional. (Bowo/Mun)
-
FOTO10/04/2026 16:47 WIBFOTO: Barbuk 99 Liter Miras Diamankan Petugas di Pelabuhan Pomako Papua
-
FOTO10/04/2026 18:35 WIBFOTO: Momen Pesawat Kepresidenan Dikawal Empat F-16 dan Dua T50 Golden Eagle
-
FOTO10/04/2026 17:30 WIBFOTO: PBNU Tanggapi Perkembangan Perang Timur Tengah
-
RIAU10/04/2026 12:00 WIBBongkar Dua Aksi Sekaligus, Soliditas Sinergi Personel Lanud RSN–Avsec Gagalkan Penyelundupan 4 Kg Sabu
-
NUSANTARA10/04/2026 13:30 WIBHujan Es Melanda Kota Malang, BPBD: Masyarakat Tak Usah Panik
-
OLAHRAGA10/04/2026 13:00 WIBIPSI: Mayoritas Anggota Inginkan Prabowo Jadi Ketua Umum
-
OTOTEK10/04/2026 11:30 WIBIni Bedanya Biaya Penggunaan Mobil Listrik dan Konvensional
-
PAPUA TENGAH10/04/2026 12:30 WIBKoops TNI Habema Berbagi Kasih: Bagikan Sembako, Makan Bergizi Gratis, dan Pelayanan Kesehatan kepada Masyarakat Distrik Gome

















