NASIONAL
RUU HAM Ubah Status Komnas HAM Cs Jadi Lembaga Independen
AKTUALITAS.ID – Pemerintah melalui Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) mendorong perubahan signifikan dalam tata kelembagaan HAM di Indonesia. Dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) HAM, status empat lembaga nasional HAM ditegaskan bukan lagi sebagai bagian dari pemerintah, melainkan institusi independen.
Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat posisi lembaga pengawas agar lebih bebas dari potensi intervensi kekuasaan eksekutif.
Sekretaris Jenderal Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Novita Ilmaris, menjelaskan bahwa penegasan status ini berlaku untuk empat lembaga nasional HAM, yakni Komnas HAM, Komnas Perempuan, KPAI, dan Komisi Nasional Disabilitas.
Menurut Novita, selama ini status kelembagaan keempat institusi tersebut masih kerap menimbulkan perdebatan di ruang publik terkait apakah mereka merupakan bagian dari pemerintah atau lembaga independen.
“Di RUU HAM dipertegas bahwa 4 lembaga ini merupakan Lembaga Nasional HAM yang bukan merupakan lembaga pemerintah,” kata Novita dalam acara Kelas Jurnalis HAM di Bandung, Jumat (22/5/2026).
Ia menegaskan, penguatan status independen ini sejalan dengan standar internasional yang juga menjadi perhatian Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Independensi dianggap sebagai prinsip utama dalam memastikan pengawasan HAM berjalan objektif.
“Kalau Komnas HAM adalah lembaga pemerintah, maka posisinya akan seperti kementerian. Padahal Komnas HAM diminta oleh Dewan HAM PBB untuk independen dari pemerintah,” ujarnya.
Dengan status baru tersebut, keempat lembaga ini diharapkan dapat menjalankan fungsi pengawasan secara lebih tegas terhadap pelaksanaan hak asasi manusia yang dilakukan oleh negara, khususnya unsur eksekutif.
“Secara otomatis menjadi pengawas dari pembangunan HAM yang dilaksanakan pemerintah, yaitu presiden dan para pembantunya,” tambah Novita.
Berdasarkan draf RUU HAM yang beredar, ketentuan mengenai kedudukan dan status kelembagaan ini diatur secara khusus dalam Bab V, yang menjadi salah satu bagian krusial dalam reformasi hukum HAM nasional. (Firman/Mun)
-
PAPUA TENGAH23/05/2026 11:18 WIBPencari Kepiting di Mimika Hilang Diterkam Buaya, Tim SAR Sisir Sungai Ninapu
-
EKBIS23/05/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Hari Ini Turun Tajam
-
NASIONAL23/05/2026 13:00 WIBMenteri Pigai Tegaskan Pers Tak Boleh Melemah di Bawah Tekanan Negara
-
DUNIA23/05/2026 12:00 WIBSaudi Lakukan Perubahan Besar Jelang Puncak Haji 2026
-
FOTO24/05/2026 06:13 WIBFOTO: Turnamen Futsal Piala Fortami Cup XI 2026
-
JABODETABEK23/05/2026 14:30 WIBSopir Baru Nekat Perkosa 2 ARTdi Rumah Majikan
-
DUNIA23/05/2026 15:00 WIBPM Senegal Tolak Keras “Dikte” Barat soal LGBT
-
RIAU23/05/2026 17:11 WIBTim RAGA dan Brimob Jaga Keamanan Warga saat Listrik Padam di Riau