NASIONAL
Bareskrim Bongkar Permainan Emas Lintas Negara
AKTUALITAS.ID – Bareskrim Polri membongkar dugaan jaringan internasional penyelundupan emas ilegal yang diduga memiliki jalur pengiriman hingga Dubai. Dua warga negara India ditangkap dalam operasi yang digelar di dua apartemen berbeda di Jakarta Utara, Minggu (16/8/2026) dini hari.
Penangkapan ini menguak dugaan modus penyelundupan yang cukup rapi. Emas diduga disembunyikan di dalam pakaian yang telah dimodifikasi untuk menyamarkan barang bawaan dan memudahkan proses pengiriman ke luar negeri.
Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Moh Irhamni, mengatakan dua WN India tersebut diamankan dari dua lokasi apartemen.
“Kita temukan di dua tempat apartemen, hasil penegakan kami amankan 2 WNA India sesuai paspor yang ada kami sita,” kata Irhamni kepada wartawan.
Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita 2 kilogram emas batangan dan sekitar 18 kilogram residu hasil pengolahan emas.
Tak berhenti di situ, penyidik juga mengamankan uang tunai sekitar Rp1,1 miliar, laptop, telepon seluler, serta paspor milik kedua WN India.
Temuan ini membuat kasus tersebut semakin serius. Bareskrim menduga dua orang yang ditangkap bukan pemain tunggal, melainkan bagian dari jaringan yang memiliki mata rantai lebih luas.
“Diselundupkan ke Dubai. Masih banyak kelompok lain yang dilakukan pengejaran,” ujar Irhamni.
Penyidik kini memburu pihak lain yang diduga terlibat dalam pengumpulan, pengolahan, hingga pengiriman emas. Aliran dana, komunikasi, serta asal-usul emas juga menjadi bagian penting dalam pengembangan perkara.
Jika jaringan tersebut terbukti memiliki struktur lintas negara, pengungkapan dua WN India ini bisa menjadi pintu masuk untuk membongkar sindikat penyelundupan emas yang lebih besar.
Bareskrim juga akan berkoordinasi dengan Kedutaan India terkait penanganan kedua WNA tersebut. Polisi masih mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya, termasuk kemungkinan proses hukum dan penahanan di Indonesia atau mekanisme deportasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk saat ini, penyidikan masih berlangsung. Polisi belum mengungkap seluruh pihak yang diduga berada di balik jaringan tersebut. (Bowo/Mun)
-
POLITIK01/10/2026 19:00 WIBTiga Nama Besar Terpental dari Kabinet, Tak Dapat Jatah Baru
-
NASIONAL02/10/2026 06:00 WIBPAN Soroti Bahaya Abuse of Power dalam RUU Perampasan Aset
-
NASIONAL01/10/2026 16:00 WIBMulai 5 Oktober, Duit Insentif SPPG MBG Berubah Total
-
NASIONAL02/10/2026 07:00 WIBPengamat SDI: Jangan Biarkan Nakes Jadi Korban
-
RIAU02/10/2026 09:45 WIBPolresta Pekanbaru Amankan Pria dan Ratusan Butir Ekstasi Disita
-
JABODETABEK02/10/2026 05:30 WIBBMKG: Hujan Ringan Mengintai Jakarta 2 Oktober
-
DUNIA01/10/2026 18:00 WIBQatar Terang-Terangan Cap Netanyahu Penjahat Perang
-
NASIONAL02/10/2026 09:00 WIBDPR Desak Kesiapan RS Hadapi Perubahan Besar JKN

















