Connect with us

NASIONAL

Bakom Diserang, Qodari Tak Takut

Aktualitas.id -

Muhammad Qodari. (Youtube)

AKTUALITAS.ID – Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) mendadak diguncang gelombang tudingan panas dari akun media sosial anonim. Menanggapi tuduhan beruntun yang menyasar lembaganya, Kepala Bakom Muhammad Qodari menegaskan tidak akan mundur selangkah pun dan siap melawan pihak-pihak yang dinilai berupaya melakukan sabotase.

Qodari menyebut serangan tersebut merupakan manuver politik dari kelompok tertentu yang merasa terancam dengan kian menguatnya peran Bakom di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Demi pemerintahan Prabowo-Gibran dan transformasi bangsa, saya menyatakan tidak takut dan akan melawan semua upaya sabotase tersebut. Saya ulangi, saya tidak takut dan akan melawan!” tegas Qodari di Gedung Bakom, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Sebelumnya, rumor liar dihembuskan oleh akun Instagram @opposite6890.recon hingga viral di ruang publik. Akun tersebut menuding adanya permainan anggaran belanja media sebesar Rp60 miliar per tahun yang diduga mengalir ke agen tertentu.

BACA JUGA  Gaya Komunikasi Agresif dan Defensif, Pengamat: Qodari Tidak Cerminkan Kepala Bakom

Bahkan, Deputi II Bakom Timothy Ivan Triyono disudutkan atas tuduhan menerima imbalan Rp1,5 miliar per bulan. Tak berhenti di situ, Deputi I Bakom Fahd Pahdepie turut diserang isu memboyong 30 orang kader PAN ke dalam jajaran pegawai Bakom. Kedua pejabat ini juga panen kritikan warganet akibat aksi pamer gaya hidup mewah (flexing) di media sosial.

Qodari membantah keras seluruh tuduhan materi anggaran dan titipan pegawai tersebut. Ia menilai ada skenario yang disengaja untuk memicu kemarahan publik hingga menggalang aksi demonstrasi mahasiswa.

“Ini cara mereka memenangkan pertempuran narasi. Jika Bakom kecil mereka menang. Jika Bakom besar mereka kalah,” cetusnya.

Kendati demikian, Qodari membenarkan bahwa dirinya telah menjatuhkan teguran keras kepada para pejabat Bakom yang memamerkan gaya hidup konsumtif. Ia menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mematuhi arahan Presiden terkait pola hidup sederhana.

BACA JUGA  Pemerintah Evaluasi Total Dapur MBG Saat Libur Sekolah

“Arahan dari Bapak Presiden adalah agar pejabat hidup sederhana dan peka terhadap keadaan masyarakat. Itu pula standar yang saya tekankan kepada setiap pejabat di lembaga ini,” pungkas Qodari. (Bowo/Mun)

TRENDING