NUSANTARA
PVMBG: Gunung Slamet Alami Lonjakan Kegempaan
AKTUALITAS.ID – Aktivitas vulkanik Gunung Slamet mengalami lonjakan signifikan dengan peningkatan kegempaan hingga 10 kali lipat dalam dua hari terakhir. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut tetap berada pada Level II (Waspada).
Berdasarkan data pemantauan di Pos Pengamatan Gunung Slamet di Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Rabu (22/4), gunung dengan ketinggian 3.432 mdpl itu masih mengeluarkan asap putih setinggi 200 hingga 300 meter dari kawah.
Peningkatan aktivitas terlihat jelas dari jumlah gempa vulkanik. Pada Senin (20/4/2026), tercatat hanya 7 gempa hembusan dan 17 gempa frekuensi rendah. Namun sehari kemudian, Selasa (21/4), jumlah tersebut melonjak drastis menjadi 72 gempa hembusan dan 60 gempa low frequency.
Tidak hanya jumlahnya, karakteristik gempa juga berubah. Amplitudo gempa hembusan tercatat meningkat menjadi 3–6 mm dengan durasi lebih panjang dari sebelumnya 30–40 detik menjadi hingga 58 detik. Sementara gempa frekuensi rendah juga mengalami peningkatan durasi hingga 29 detik.
Selain itu, tremor menerus atau microtremor terpantau semakin menguat. Amplitudo dominan yang sebelumnya berada di angka 0,5 mm kini meningkat menjadi 1 mm bahkan sempat menyentuh 1,5 mm.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet, Muhammad Rusdi, menegaskan bahwa meskipun terjadi peningkatan signifikan, status gunung masih berada di Level II.
“Status masih waspada, namun masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah,” ujarnya.
Selain peningkatan kegempaan, suhu kawah juga mengalami kenaikan dari sebelumnya 461 derajat Celsius menjadi 478 derajat Celsius, yang menjadi indikator adanya peningkatan aktivitas magma di dalam perut gunung.
Sebagai langkah antisipasi, seluruh jalur pendakian Gunung Slamet resmi ditutup. Warga di lima wilayah lereng gunung, yakni Pemalang, Tegal, Brebes, Banyumas, dan Purbalingga, diminta meningkatkan kewaspadaan.
Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo, menyebut lonjakan kegempaan ini menjadi sinyal penting dalam pemantauan aktivitas vulkanik.
“Kami meminta seluruh pihak mematuhi rekomendasi PVMBG dan tidak mendekati radius bahaya,” tegasnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang bersama pemerintah daerah di sekitar Gunung Slamet mulai melakukan koordinasi intensif. Langkah antisipatif seperti penyiapan jalur evakuasi dan skenario penanganan darurat terus dimatangkan.
“Kami meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk pemantauan intensif dan koordinasi lintas daerah,” kata Kepala Pelaksana BPBD Pemalang, Agus Ikmaludin.
PVMBG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta selalu mengikuti perkembangan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Slamet guna menghindari potensi risiko yang lebih besar. (Kusuma/Mun)
-
FOTO22/04/2026 14:38 WIBMomentum Hari Kartini, Maxim Berikan Voucher BBM Gratis kepada Pengemudi Perempuan
-
RIAU22/04/2026 16:00 WIBDiburu Hingga ke Pelosok Desa, Tim Opsnal Tangkap Tiga Pengedar Narkoba
-
POLITIK23/04/2026 06:00 WIBSahroni Tegaskan Masa Jabatan Ketum Parpol Bukan Urusan KPK
-
PAPUA TENGAH23/04/2026 00:01 WIBMenembus Ombak demi Wajah Baru Keakwa
-
OLAHRAGA22/04/2026 19:00 WIBJanice Tjen Gandeng Aldila Sutjiadi di Sektor Ganda, Madrid Open 2026
-
JABODETABEK22/04/2026 14:30 WIBMotor Ditarik, Warga Cakung Melawan Debt Collector
-
JABODETABEK22/04/2026 17:30 WIBEmbarkasi Bekasi, Berangkatkan 445 Calon Haji Kloter Pertama
-
POLITIK22/04/2026 21:30 WIBRUU Pemilu Ditargetkan Rampung 2,5 Tahun Pemerintahan Prabowo