Connect with us

OASE

Misteri Penciptaan Langit dan Bumi Terjawab dalam Surah Fussilat Ayat 11

Aktualitas.id -

Surah Fussilat ayat 11, Foto: Ist

AKTUALITAS.ID – Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang menjadi petunjuk hidup bagi manusia. Di dalamnya terkandung penjelasan mengenai berbagai aspek kehidupan, mulai dari akidah, ibadah, hingga fenomena alam semesta yang tidak sepenuhnya dapat dijangkau oleh akal manusia. Salah satu ayat yang menjelaskan proses penciptaan alam semesta terdapat dalam Surah Fussilat ayat 11.

Surah Fussilat termasuk surah Makkiyah yang diturunkan di Kota Mekkah. Surah ke-41 dalam Al-Qur’an ini terdiri dari 54 ayat, dan pada ayat ke-11 Allah SWT menerangkan tahapan awal penciptaan langit dan bumi.

Allah SWT berfirman:

ثُمَّ اسْتَوٰىٓ اِلَى السَّمَاۤءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْاَرْضِ ائْتِي طَوْعًا اَوْ كَرْهًاۗ قَالَتَآ اَتَيْنَا طَاۤىِٕعِيْنَ

Ṡummastawā ilas-samāi wa hiya dukhānun fa qāla lahā wa lil-arḍitiyā ṭau‘an au karhā, qālatā atainā ṭā‘i‘īn.

Artinya:
“Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih berupa asap, lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, ‘Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.’ Keduanya menjawab, ‘Kami datang dengan suka hati.’”

Berdasarkan keterangan dari laman quran.kemenag.go.id, ayat tersebut menjelaskan tentang awal mula alam semesta. Allah SWT menerangkan bahwa bumi diciptakan terlebih dahulu, kemudian disusul penciptaan langit beserta seluruh isinya, seperti matahari, bulan, dan bintang-bintang.

Sebagian ahli tafsir menafsirkan frasa “datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka atau terpaksa” sebagai perintah Allah agar langit dan bumi berjalan sesuai sunnatullah atau hukum alam yang telah ditetapkan-Nya. Keduanya tidak boleh menyimpang sedikit pun dari ketentuan tersebut dan harus mengikuti tahapan penciptaan sesuai waktu yang telah ditentukan.

Dengan kata lain, Allah SWT memerintahkan langit dan bumi untuk menyempurnakan proses penciptaannya. Gunung, air, udara, hewan, manusia, serta tumbuh-tumbuhan akan diciptakan secara bertahap sesuai kehendak dan ketetapan-Nya. Seluruh proses itu berlangsung dengan tertib dan tidak ada satu pun yang keluar dari perintah Allah.

Menariknya, penjelasan Surah Fussilat ayat 11 juga kerap dikaitkan dengan kajian ilmiah modern. Dalam buku Beli Surga dengan Al-Qur’an terbitan Media Presindo disebutkan bahwa ayat ini sejalan dengan teori asal-usul kosmos. Seorang ahli astronomi bernama Jean menyatakan bahwa alam semesta bermula dari gas yang tersebar di ruang angkasa, kemudian memadat dan membentuk struktur kosmik.

Selain Surah Fussilat ayat 11, Al-Qur’an juga memuat ayat-ayat lain yang menjelaskan tentang penciptaan langit dan bumi. Dikutip dari buku Buku Pintar Sains dalam Al-Qur’an karya Nadiah Thayyarah, beberapa ayat yang membahas hal serupa antara lain:

  • Surah Al-Waqi’ah ayat 75
    “Lalu Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu mengetahui.”
  • Surah Adz-Dzariyat ayat 47
    “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan Kami dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.”
  • Surah Al-Anbiya ayat 30
    “Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan keduanya.”

Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya menjadi pedoman spiritual, tetapi juga mengandung isyarat tentang fenomena alam semesta yang terus dikaji oleh ilmu pengetahuan hingga saat ini. (Mun)

TRENDING