OTOTEK
Investasi Daniel Ek di Perusahaan Pertahanan Eropa Menyebabkan Musisi Menarik Musik dari Spotify
AKTUALITAS.ID – Berdasarkan informasi, langkah investasi Daniel Ek, CEO perusahaan layanan musik digital Spotify, dalam perusahaan pertahanan Eropa Helsing telah menimbulkan tanggapan panas dari para musisi. Beberapa artis mulai memutuskan untuk menghilangkan katalog musik mereka dari platform musik tersebut.
Perusahaan Helsing bergerak di bidang teknologi AI yang akan terintegrasi dengan sistem tempur seperti HX-2 AI Strike Drone. Menurut Helsing, perusahaan tersebut didirikan untuk membantu melindungi nilai demokrasi dan masyarakat terbuka, serta menempatkan etika sebagai inti dalam pengembangan teknologi pertahanan.
Keterlibatan Daniel Ek dengan Helsing sebenarnya telah terjadi sejak awal tahun 2021. Pada masa itu, melalui perusahaan investasi pribadi Prima Materia, ia telah meluncurkan investasi sekitar US$115 juta (sekitar Rp 1,8 triliun) dan bergabung dengan dewan direksi. Kemudian, pada bulan Juni tahun lalu, ia mengumumkan perusahaannya memimpin putaran pendanaan pribadi untuk Helsing, dengan investasi senilai hampir US$700 juta (sekitar Rp 11,4 triliun).
“Helsing berada di posisinya yang unik terkait kepemimpinannya pada AI menghadirkan kapabilitas penting dalam inovasi pertahanan di semua domain,” kata Daniel Ek dalam pernyataannya, dikutip dari Los Angeles Times pada Senin (4/8/2025). Investasi tersebut kemudian menimbulkan reaksi dari beberapa artis.
Band indie Deerhoof, King Gizzard & the Lizzard Wizard, dan Xiu Xiu adalah beberapa dari mereka yang menarik musik mereka dari Spotify setelah investasi itu dilakukan. Pendiri band Deerhoof, Greg Saunier, mengklaim decernya untuk keluar dari Spotify tidak membutuhkan waktu lama dan bukan merupakan pengorbanan besar bagi mereka.
“Setiap kali seseorang mendengarkan musik kami di Spotify, apakah ada satu dolar lagi untuk membuat yang kami saksikan di Gaza lebih sering dan menguntungkan,” ucapnya. Band avant-garde Xiu Xiu juga mengumumkan mereka sedang menghapus semua musik dari portal Spotify, dengan pesan “Silahkan batalkan langganan Anda.”
Selain itu, label elektronik Amsterdam Kalahari Oyster Cult dan band rock Australia King Gizzard & the Lizzard Wizzard juga memiliki alasan serupa untuk tidak berpartisipasi pada orang yang mendukung alat perang, pengawasan, dan kekerasan. Meskipun demikian, penarikan musik dari band kecil ini telah menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama, menunjukkan adanya gerakan kesadaran dari komunitas musisi terhadap etika bisnis dan dampak investasinya. (Mun)
-
NASIONAL17/05/2026 18:00 WIBPemerintah Resmi Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026
-
RAGAM17/05/2026 19:00 WIBUntuk Keseimbangan Hormon Perempuan, Berikut Makanan yang Disarankan
-
NUSANTARA17/05/2026 17:30 WIBKarnaval Budaya FBIM Hadirkan Harmoni yang Selalu Dinantikan
-
DUNIA17/05/2026 18:30 WIB45 Pelajar di Nigeria Diculik Kelompok Kriminal Bersenjata
-
OTOTEK17/05/2026 20:30 WIBUsai Tersapu Banjir, Waymo Tarik Ribuan Taksi Robotnya
-
PAPUA TENGAH17/05/2026 19:30 WIBTekuk Taruna Dharma 2-0, SMAN 3 Kokonao Segel Juara Grup F
-
DUNIA17/05/2026 15:00 WIBJet Tempur Israel Luluhlantakkan Al-Rimal Gaza
-
NUSANTARA17/05/2026 21:00 WIBDiterpa Hujan Deras, Lima Kecamatan di Kendari Terendam Banjir