POLITIK
Dasco: Keputusan Tindakan Miftah ada di Tangan Presiden Probowo
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, merespons desakan publik yang meminta agar Miftah Maulana dicopot dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden. Desakan tersebut muncul setelah Miftah menuai kecaman atas pernyataannya yang dianggap mengolok-olok penjual es teh, yang memicu polemik di kalangan masyarakat.
Dalam keterangannya di kompleks parlemen pada Kamis (5/12), Dasco menegaskan bahwa ia tidak memiliki kewenangan untuk menanggapi desakan tersebut. Menurutnya, keputusan terkait tindakan terhadap Miftah berada di tangan Presiden Prabowo Subianto, mengingat jabatan Utusan Khusus Presiden setara dengan posisi menteri. “Sebagai Utusan Presiden, yang berwenang memberikan jawaban adalah pemerintah, karena jabatan tersebut setara dengan menteri,” ujar Dasco.
Meskipun demikian, Dasco mengakui adanya aspirasi masyarakat yang meminta evaluasi terhadap kinerja Miftah dan pejabat pemerintah lainnya. “Kami di DPR mendengar aspirasi masyarakat yang meminta agar pemerintah melakukan introspeksi dan evaluasi terhadap kinerja masing-masing pembantu presiden,” tambahnya.
Desakan untuk mencopot Miftah semakin mengemuka di media sosial, dengan munculnya beberapa petisi daring di situs change.org. Salah satu petisi, berjudul “Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Presiden”, mendapatkan dukungan lebih dari 3.191 tanda tangan. Meski begitu, Miftah sendiri memilih untuk tidak memberikan tanggapan lebih lanjut mengenai desakan tersebut, dengan alasan bahwa hal itu bukanlah wewenangnya.
Kejadian ini mencerminkan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap akuntabilitas pejabat pemerintah dan utusan presiden, terutama dalam situasi yang menarik perhatian publik. (Enal Kaisar)
-
OTOTEK24/09/2026 14:30 WIBMalware Baru RatHat Bikin HP Tak Lagi Aman
-
DUNIA24/09/2026 15:00 WIBChina Sinyal J-36 Dibekali Laser Tempur
-
NASIONAL24/09/2026 11:00 WIBBNPB: 209,78 Hektare Masih Terbakar
-
NASIONAL24/09/2026 13:00 WIBAsep Wahyuwijaya: Pertumbuhan KAI Tak Boleh Mengorbankan Penumpang
-
EKBIS24/09/2026 10:30 WIBRupiah Makin Dekati Rp18 Ribu
-
DUNIA24/09/2026 12:00 WIBWali Kota New York: Netanyahu Disebut Dalang Genosida Palestina
-
EKBIS24/09/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam 24 September Jatuh Rp25 Ribu
-
EKBIS24/09/2026 14:00 WIBHarga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik hingga Akhir 2026

















