POLITIK
Penempatan Kader PSI di FOLU Diprotes, Golkar: Jangan Rusak Tata Kelola Pemerintahan
AKTUALTIAS.ID – Ketegangan politik kembali mencuat setelah politisi senior Partai Golkar, Firman Soebagyo, mengekspresikan kekecewaannya atas penunjukan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam jajaran pengurus organisasi FOLU Net Sink 2030. Organisasi yang dibentuk oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan tersebut bertujuan untuk mengurangi emisi dan mengendalikan perubahan iklim menjelang tahun 2030.
Firman dengan tegas menyatakan posisi dalam organisasi ini seharusnya diisi oleh individu-individu yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang kelestarian kehutanan, bukan sekadar kader politik. Ia mengingatkan bahwa langkah Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, yang memasukkan kader PSI ke dalam kepengurusan malah merusak sistem dan tata kelola pemerintahan.
“Pranata pemerintahan seharusnya tidak dijadikan alat politik ataupun instrumen untuk kepentingan kelompok tertentu yang melanggar UU,” ungkap Firman dalam keterangan resmi yang dirilis pada Minggu, (9/3/2025). Ia mengkhawatirkan bahwa rekrutmen yang tidak berdasarkan meritokrasi ini akan melemahkan posisi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang seharusnya memiliki kesempatan yang adil.
Firman juga menyerukan kepada Presiden Prabowo untuk mengambil sikap tegas terhadap fenomena ini agar tidak menambah kebangkitan kekecewaan di kalangan masyarakat dan mahasiswa. Ia menilai pentingnya penguatan sistem rekrutmen pegawai pemerintahan yang transparan dan berkompeten agar tidak ada lagi ketidakpuasan oleh publik ke depan.
Dalam enejangan pengurus FOLU, nama-nama kader PSI yang muncul juga menarik perhatian, seperti Andy Budiman yang menjabat sebagai Dewan Penasihat Ahli dan beberapa kader lainnya yang akan menerima gaji tinggi. “Ini jelas menunjukkan bahwa saat ini, jabatan pemerintah dapat diakses dengan cara yang kurang transparan,” tegasnya.
Desakan dan kritik dari Golkar ini menunjukkan ketidakpuasan yang mendalam mengenai proses politik yang berlangsung, dan membuka diskusi yang lebih luas tentang integritas dalam pengisian jabatan publik di Indonesia. (Mun/ Ari Wibowo)
-
DUNIA19/10/2026 00:00 WIBSaudi Minta Houthi Diputus dari Pasokan Senjata
-
RAGAM18/10/2026 23:00 WIBKaki Bau? Jangan Anggap Sepele
-
DUNIA19/10/2026 15:00 WIBDemo Mahasiswa dan Kenaikan Biaya Hidup Picu Kekacauan di Belgia
-
NASIONAL18/10/2026 22:00 WIBAsap Karhutla Tak Kunjung Padam, Mahasiswa UGM Surati Bos ASEAN
-
JABODETABEK19/10/2026 05:30 WIBBMKG Ungkap Suhu dan Kelembapan Jakarta pada Senin 19 Oktober 2026
-
NUSANTARA19/10/2026 08:30 WIBKemenkes Catat 2.609 Kasus ISPA pada 17 Oktober 2026
-
DUNIA19/10/2026 12:00 WIBHakim Timothy J. Kelly Perintahkan Pemerintah Trump Pertahankan Akses Pers
-
POLITIK19/10/2026 07:00 WIBGolkar Bidik Ambang Batas Parlemen 5 Persen

















