Connect with us

POLITIK

PDIP Instruksikan Kader Hemat Hadapi Dampak Perang Iran

Aktualitas.id -

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menginstruksikan kadernya yang menjabat sebagai kepala daerah maupun pimpinan DPRD untuk melakukan penghematan anggaran. Instruksi tersebut dikeluarkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak ekonomi global akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Instruksi tersebut tertuang dalam surat resmi yang ditandatangani Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, pada Kamis (5/3/2026). Surat tersebut berisi arahan kepada seluruh kader PDIP di pemerintahan daerah dan legislatif untuk bersiap menghadapi potensi kenaikan harga minyak dunia.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa kenaikan harga minyak mentah global memiliki dampak signifikan terhadap anggaran negara. PDIP memperkirakan setiap kenaikan 1 dolar AS harga minyak mentah dunia dapat menambah beban subsidi energi nasional hingga sekitar Rp7 triliun.

Kondisi ini dinilai berpotensi memicu berbagai dampak lanjutan, mulai dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), meningkatnya biaya distribusi barang, hingga lonjakan harga pangan yang dapat memicu inflasi dan memberatkan kehidupan masyarakat kecil.

Sebagai langkah antisipasi, PDIP mengeluarkan lima instruksi utama kepada kadernya di daerah. Salah satu poin utama adalah melakukan penghematan dan efisiensi anggaran, dengan memprioritaskan belanja yang secara langsung menyentuh kepentingan rakyat serta menunda kegiatan yang tidak mendesak.

Selain itu, kepala daerah dan pimpinan legislatif diminta menghitung secara cermat dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap kondisi fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

PDIP juga menginstruksikan DPRD untuk memperkuat fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan APBD agar berjalan secara konstruktif dan efektif. Langkah ini dinilai penting agar anggaran daerah benar-benar digunakan untuk kebutuhan prioritas masyarakat.

Di sisi lain, kader PDIP di daerah juga diminta mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan serta meningkatnya biaya distribusi. Pemerintah daerah diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok di wilayah masing-masing.

Instruksi terakhir menekankan pentingnya memperkuat program jaring pengaman sosial, khususnya bagi kelompok rentan seperti masyarakat miskin, buruh, petani, nelayan, pelaku UMKM, serta kelompok ekonomi lemah lainnya.

Melalui instruksi tersebut, PDIP menegaskan bahwa seluruh kader di eksekutif maupun legislatif harus menjalankan kebijakan dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan tetap berpihak kepada rakyat kecil di tengah potensi gejolak ekonomi global. (Bowo/Mun)

TRENDING