POLITIK
Amien Rais: Jangan Turunkan Prabowo di Tengah Jalan
AKTUALITAS.ID – Tokoh Reformasi 1998 Amien Rais melontarkan pernyataan tegas terkait dinamika politik nasional. Mantan Ketua MPR RI itu menyerukan agar seluruh elemen bangsa menjaga stabilitas negara dengan memberi kesempatan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto menyelesaikan masa jabatannya hingga 20 Oktober 2029.
Menurut Amien, pergantian kekuasaan setiap lima tahun merupakan amanat konstitusi yang harus dihormati. Ia menegaskan pemerintahan yang sah tidak boleh dijatuhkan di tengah jalan kecuali terjadi pelanggaran luar biasa yang secara hukum dan moral tidak dapat ditoleransi.
“Ritme pergantian kekuasaan lima tahunan harus dipertahankan supaya tidak ada pemerintahan pusat yang diturunkan di tengah jalan,” tegas Amien melalui kanal YouTube pribadinya, Jumat (12/6/2026).
Ketua Majelis Syuro Partai Ummat itu menilai Presiden Prabowo berhak mendapatkan kesempatan yang adil untuk mewujudkan program-program prioritas pemerintahannya. Ia mengingatkan pengalaman pahit Indonesia pada masa transisi politik pasca-Reformasi ketika pergantian pemimpin yang terlalu cepat menguras energi bangsa dan menghambat konsolidasi pembangunan.
Amien juga menyoroti maraknya wacana pemakzulan yang belakangan muncul di ruang publik. Menurutnya, secara konstitusional proses pemakzulan presiden maupun wakil presiden bukan perkara mudah.
Ia mengingatkan bahwa Pasal 7B UUD 1945 mengatur mekanisme berlapis yang harus dilalui, mulai dari dukungan politik di DPR, pemeriksaan Mahkamah Konstitusi, hingga keputusan akhir di MPR.
Dengan komposisi politik parlemen saat ini, Amien menilai peluang pemakzulan terhadap Presiden Prabowo maupun Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sangat kecil.
“Mengharapkan DPR dan MPR memaksa Presiden turun, rasanya mustahil. Bahkan terhadap Gibran pun sangat sulit dengan konstelasi politik yang ada sekarang,” ujarnya.
Meski memberikan dukungan terhadap keberlanjutan pemerintahan, Amien tidak menutup mata terhadap kondisi ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat. Ia mengaku prihatin dengan meningkatnya gelombang PHK, lesunya aktivitas perdagangan, dan tekanan ekonomi yang dirasakan rakyat di berbagai daerah.
Karena itu, Amien melontarkan kritik terbuka kepada jajaran pemerintah agar lebih peka terhadap situasi masyarakat. Ia meminta para pejabat negara mengurangi kesan hidup bermewah-mewahan yang berpotensi memicu kemarahan publik.
Menurutnya, di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, setiap simbol kemewahan yang dipertontonkan elite dapat memunculkan persepsi negatif di mata masyarakat yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup.
Amien bahkan mengingatkan potensi gejolak sosial apabila tekanan ekonomi terus membesar. Ia menilai pelemahan ekonomi, meningkatnya pengangguran, hingga turunnya daya beli masyarakat dapat menjadi pemicu ketidakpuasan yang berkembang menjadi gerakan massa.
Meski demikian, Amien menegaskan solusi terbaik bukanlah mengganti pemerintahan di tengah jalan, melainkan memastikan Presiden Prabowo bekerja maksimal menyelesaikan mandat yang telah diberikan rakyat melalui pemilu.
Baginya, stabilitas politik tetap menjadi modal utama agar Indonesia mampu keluar dari berbagai tantangan ekonomi dan sosial yang sedang dihadapi saat ini. (Bowo/Mun)
-
FOTO11/06/2026 19:30 WIBFOTO: Pembukaan Pameran Foto DKPP
-
JABODETABEK11/06/2026 19:00 WIBPolisi Bongkar Sindikat Pencuri Sepeda Motor di Wilayah Johar Baru Jakarta Pusat
-
EKBIS11/06/2026 15:30 WIBPemerintah Tetapkan Harga Acuan Telur Nasional
-
NASIONAL11/06/2026 16:45 WIBKenaikan BBM akan Berdampak Sosial dan Politik
-
NASIONAL11/06/2026 20:00 WIBRaffi Ahmad Jelaskan Pertemuan dengan Blueray Cargo
-
NASIONAL11/06/2026 17:30 WIBKorupsi MBG, Qodari Pastikan Prabowo Tak akan Lindungi Siapa Pun
-
RIAU11/06/2026 16:19 WIBKapolda Riau Sematkan Nama “Nona Seroja” untuk Anak Gajah Tesso Nilo
-
NASIONAL11/06/2026 21:31 WIBMentan Ajak Ubah Narasi “Pesta Babi” Menjadi “Pesta Panen” di Tanah Papua
















