RAGAM
Dokter Sebut Dukungan Keluarga Kunci Penting bagi Penderita HIV/AIDS
AKTUALITAS.ID– Dukungan moral dan fisik dari keluarga menjadi faktor krusial bagi penderita HIV/AIDS, terutama yang mengalami komplikasi neurologis, seperti yang diungkapkan oleh dokter spesialis neurologi dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON), dr. Adisresti Diwyacitta, Sp.N. Dalam diskusi daring yang berlangsung Kamis (5/12/2024), Adis menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendampingi pasien menghadapi tantangan berat yang mereka alami.
“Penderita HIV/AIDS sudah menghadapi beban berat karena penyakitnya. Ketika muncul komplikasi neurologis, seperti kelemahan pada satu sisi tubuh, pasien bahkan sulit untuk bergerak. Di sinilah dukungan moril dan bantuan fisik dari keluarga sangat dibutuhkan,” ujar Adis.
Keluarga, lanjutnya, dapat membantu memastikan pasien mematuhi pengobatan antiretroviral (ARV) serta menjaga asupan gizi mereka. Selain itu, keluarga juga perlu membekali diri dengan pengetahuan yang valid mengenai pengobatan HIV/AIDS agar dapat memberikan pendampingan yang optimal.
Dukungan Moril dari Masyarakat Diperlukan
Tak hanya keluarga, masyarakat pun diharapkan dapat memberikan dukungan moral kepada pasien HIV/AIDS. Adis mengimbau masyarakat untuk tidak mengucilkan atau mendiskriminasi pasien, melainkan memperlakukan mereka setara dengan orang sehat.
“Jangan sampai karena status HIV, mereka kehilangan hak untuk bekerja atau hidup seperti orang lain. Dukungan dari masyarakat sangat berarti bagi pasien dalam menjalani kehidupannya,” jelasnya.
Komplikasi Neurologis pada HIV/AIDS
Adis juga mengungkapkan bahwa virus HIV dapat menyerang sistem saraf pusat, memicu komplikasi neurologis seperti gangguan memori, kelemahan tubuh, hingga demensia. Karena itu, deteksi dan pengobatan dini menjadi sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Ia mengingatkan masyarakat untuk menghindari perilaku berisiko seperti seks bebas, bergonta-ganti jarum suntik, atau berbagi alat pribadi seperti sikat gigi dan alat cukur. “Dengan mencegah perilaku tersebut dan memulai pengobatan dini, komplikasi neurologis dapat dihindari,” tambahnya.
Pengobatan ARV Menyelamatkan Kehidupan
Hingga kini, HIV/AIDS belum memiliki obat yang bisa menyembuhkan sepenuhnya. Namun, obat ARV telah terbukti efektif dalam menekan jumlah virus di dalam tubuh, sehingga memungkinkan pasien hidup layaknya orang sehat.
“Dengan pengobatan ARV yang teratur, pasien dapat memiliki harapan hidup yang lebih panjang. Namun, berhenti mengonsumsi ARV akan menyebabkan jumlah virus meningkat kembali, dan berpotensi memperburuk kondisi pasien,” tegas Adis.
Adis berharap dengan pengobatan yang tepat, pasien HIV/AIDS dapat hidup produktif dan memiliki kualitas hidup yang baik.
“Dukungan dari keluarga, masyarakat, serta pengobatan yang disiplin adalah kunci utama agar mereka bisa hidup seperti orang normal,” pungkasnya. (KAISAR/RAFI)
-
NASIONAL12/03/2026 20:45 WIBSegini Harta Kekayaan Yaqut Cholil Qoumas yang Kini Ditahan KPK
-
FOTO12/03/2026 23:38 WIBFOTO: Herwyn Malonda Luncurkan Buku Bawaslu di Tengah Era Big Data
-
NASIONAL12/03/2026 20:21 WIBTerbukti Rugian Negara Rp622 Miliar, KPK Tahan Yaqut Cholil Qoumas
-
EKBIS12/03/2026 16:30 WIBPerkuat Hilirisasi Pertanian, Kementan-Kemendiktisaintek-BRIN Bersinergi
-
NUSANTARA12/03/2026 15:30 WIBBMKG: Cuaca Ekstrem Ancam Jalur Penerbangan Timur
-
EKBIS12/03/2026 10:30 WIBIHSG Hari Ini Melemah di Tengah Tekanan Global
-
OTOTEK12/03/2026 19:30 WIBSiap Tandingi Ferrari dan McLaren, BYD Berencana Gabung di Formula 1
-
OTOTEK12/03/2026 13:30 WIBKomdigi: 70 Juta Anak Tak Boleh Akses Medsos

















