Connect with us

RAGAM

BMKG Tegaskan Megathrust ‘Tinggal Tunggu Waktu’ Bukan Ramalan Gempa

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Indonesia menghadapi peningkatan risiko gempa bumi besar menyusul pembaruan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024. Peta terbaru ini mencatat adanya 14 zona megathrust di berbagai wilayah Indonesia, bertambah satu dari edisi 2017 yang hanya memuat 13 zona.

Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) sekaligus Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Iswandi Imran, menyoroti bahwa rapatan kontur bahaya gempa pada peta 2024 mengindikasikan adanya peningkatan risiko di sejumlah daerah. “Kontur yang lebih rapat pada 2024, itu mengindikasikan adanya peningkatan bahaya gempa di daerah-daerah tertentu di Indonesia,” ujar Iswandi pada Minggu (1/3/2026).

Peta 2024 juga menunjukkan potensi gempa yang sangat besar di beberapa zona. Zona Megathrust Jawa, misalnya, berpotensi memicu gempa hingga magnitudo maksimum 9,1. Sementara itu, zona Enggano serta Mentawai-Pagai memiliki potensi gempa hingga magnitudo 8,9.

BMKG Ingatkan Konsep “Seismic Gap” Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah menyebutkan dua zona megathrust yang “tinggal menunggu waktu” untuk melepaskan energinya, yaitu Megathrust Selat Sunda (gempa terakhir 1757) dan Mentawai-Siberut (gempa terakhir 1797). Kondisi ini dikenal sebagai seismic gap, di mana wilayah tersebut menyimpan energi besar karena sudah lama tidak mengalami gempa signifikan.

BMKG menegaskan bahwa istilah “tinggal menunggu waktu” bukanlah ramalan, melainkan bentuk kewaspadaan berbasis data sejarah dan geologi. “Istilah ilmiah ini digunakan sebagai bentuk kewaspadaan berdasarkan data sejarah dan geologi, bukan untuk menimbulkan kepanikan,” jelas BMKG melalui akun Instagram resminya. (Kusuma/Mun)

TRENDING