Berita
Erick Thohir: Berharap Menteri Jokowi Orang yang Berkeringat di Pilpres
Soal hasil survei yang menyebutkan dirinya termasuk kandidat terkuat yang bisa menduduki posisi Kepala Staf Kepresidenan,
AKTUALITAS.ID – Penyusunan Kabinet Kerja Jilid II telah rampung. Presiden Joko Widodo akan mengumumkan nama-nama menteri usai pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024.
Mantan Ketua Tim Kemenangan Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin Erick Thohir berharap menteri yang mengisi kursi Kabinet Kerja jilid II pernah berkontribusi memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.
“Saya selalu bilang siapa pun yang terpilih saya berharap orang-orang yang berkeringat kemarin,” ujarnya di Gedung Sekretariat Kabinet, Jakarta, Kamis (17/10).
Tak hanya itu, Erick menginginkan sosok menteri memiliki rekam jejak yang baik. Terutama mempunyai pengalaman di bidang ekonomi. “Karena sekarang eranya sedang perang ekonomi,” ucap dia.
Pendiri Mahaka Group ini membantah mendapat tawaran kursi menteri di Kabinet Kerja Jilid II. Dia menegaskan, sejauh ini tidak ada komunikasi soal kursi menteri dengan Jokowi-Ma’ruf Amin.
Soal hasil survei yang menyebutkan dirinya termasuk kandidat terkuat yang bisa menduduki posisi Kepala Staf Kepresidenan, Erick menanggapi santai.
“Kemarin kan dari statement pak Moeldoko, rencana KSP dibubarkan. Jadi kalau dibubarkan, salah,” kata dia.
-
DUNIA06/03/2026 19:00 WIBTrump Isyaratkan Fokus ke Kuba Setelah Perang Iran Selesai
-
JABODETABEK06/03/2026 19:30 WIBPemotor Tewas Disenggol TransJakarta di Bandengan Utara
-
EKBIS06/03/2026 22:00 WIBTASPEN Salurkan THR 3,2 Juta Pensiunan Tanpa Potongan
-
JABODETABEK06/03/2026 17:30 WIBKabar Gembira! Dishub DKI Gelar Mudik Gratis Lebaran 2026 Angkutan Laut
-
PAPUA TENGAH06/03/2026 19:10 WIBEmas dan Tarif Listrik Picu Inflasi Mimika Capai 4,31 Persen
-
NASIONAL07/03/2026 06:00 WIBDiduga Lakukan Pencabulan, BGN Pecat Kepala SPPG Lampung Timur
-
JABODETABEK07/03/2026 06:30 WIBHujan Deras Picu Longsor di Kebon Baru Tebet
-
NASIONAL06/03/2026 20:00 WIBPelibatan TNI Lawan Terorisme Dinilai Berisiko Tumpang Tindih

















