NASIONAL
Pengamat Serukan Gerakan Kedaulatan Pangan dan Protein

AKTUALITAS.ID – Indonesia dinilai masih terjebak dalam propaganda pangan dan protein yang menyesatkan. Ketergantungan terhadap produk-produk kapitalis mulai dari benih, pupuk, hingga pakan ternak membuat kemandirian bangsa terus terkikis, bahkan merusak lingkungan.
Pengamat pangan dan protein, Teguh Ermawan, menegaskan sudah saatnya sistem pangan nasional direkonstruksi ulang demi menyelamatkan generasi mendatang.
Ia mencontohkan program bibit padi unggul yang dulu digadang-gadang mampu meningkatkan produksi. Namun kenyataannya, program tersebut justru menjebak petani dalam ketergantungan pada pupuk kimia. Ironisnya, pupuk itu diproduksi oleh perusahaan yang sama. “Tanpa sadar kita terjebak dalam rantai kapitalisme yang sulit dilepaskan,” kata Teguh dalam keterangan persnya, Selasa (26/8/2025).
Akibatnya, tanah mengalami kerusakan dan unsur kimia berbahaya pun ikut masuk ke tubuh manusia melalui hasil panen.
Kondisi serupa juga terjadi dalam sektor protein, khususnya peternakan ayam. Dari bibit hingga pakan, hampir semuanya dikuasai oleh korporasi besar, membuat peternak kecil tak lebih dari bagian rantai pasok yang sepenuhnya dikendalikan.
“Inilah kejahatan korporasi yang sengaja kita biarkan dan tumbuh kembang di republik ini,” tegas Teguh.
Sayangnya, negara yang seharusnya hadir untuk melindungi kedaulatan rakyat justru dinilai melakukan pembiaran, dengan alasan pendapatan pajak. Padahal, dampak jangka panjang sistem ini sangat merugikan, baik bagi petani, peternak, maupun kesehatan masyarakat.
Oleh karena itu, Teguh menyerukan perlunya Gerakan Kedaulatan Pangan dan Protein. Gerakan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membebaskan Indonesia dari dominasi pasar global yang hanya berorientasi pada profit.
“Saatnya kita merekonstruksi ulang terkait pangan dan protein, baik soal regulasi maupun dengan melakukan antitesa terhadap berbagai jargon propaganda kapitalisme yang menyesatkan,” pungkasnya.
Gerakan tersebut diyakini penting untuk memastikan setiap warga negara memiliki akses terhadap pangan dan protein yang sehat, aman, dan mandiri, tanpa tunduk pada kepentingan pemodal asing. (Mun)
-
RAGAM28/08/2025 16:00 WIB
Sulit di Bacanya, Inilah Nama Orang Terpanjang di Indonesia
-
NASIONAL28/08/2025 22:30 WIB
Demo Aksi Berujung Ricuh, Pengemudi Ojol Tewas Terlindas Rantis Brimob
-
FOTO28/08/2025 12:31 WIB
FOTO: Ribuan Petani Gelar Aksi Tani Merdeka di Bundaran Patung Kuda
-
NUSANTARA28/08/2025 14:30 WIB
Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kandis Bersama Masyarakat Sakai Panen 1 Ton Jagung Pipil
-
JABODETABEK28/08/2025 18:30 WIB
Petugas Pengamanan Dilempari Batu Hingga Petasan di DPR/MPR RI
-
JABODETABEK28/08/2025 16:30 WIB
Kapolda: Gas Air Mata Hanya Boleh Atas Perintah Saya
-
NUSANTARA28/08/2025 19:00 WIB
LAMR dan Pemda Apriasi Operasi PETI Polda Riau yang Berhasil Bikin Air Sungai Kuantan Kembali Jernih
-
POLITIK28/08/2025 10:00 WIB
Bawaslu Harap Pilkada Ulang di Bangka dan Pangkalpinang Berjalan Lancar Tanpa Gugatan