NUSANTARA
Jalur Lintas Lembah Anai Masih Ditutup Total
AKTUALITAS.ID – Sejak putus akibat banjir bandang dan longsor pada Kamis pekan lalu, jalur Lembah Anai, Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) masih ditutup total.
Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) menginformasikan,bahwa jalan tersebut hingga saat ini msaih belum dapat dilalui kendaraan.
“Sampai saat ini jalur utama provinsi Sumbar yakni kawasan Lembah Anai hingga jembatan kembar Padang Panjang masih tutup total,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Kombes Pol H M Reza Chairul Akbar Sidiq di Padang, Kamis (4/12/2025).
Ia mengatakan penutupan itu belum dapat dipastikan sampai kapan, karena masih menunggu pengerjaan serta perbaikan jalan yang rusak akibat bencana alam.
Kepolisian memperkirakan jalan itu akan kembali berfungsi paling cepat satu bulan, itu pun belum berfungsi seratus persen.
Untuk diketahui jalan itu merupakan akses vital yang menghubungkan Sumatera Barat dan Riau, dan akses untuk menghubungkan Kota Padang dengan Bukittinggi.
Tidak hanya sebagai jalur transportasi, jalan tersebut juga merupakan jalur utama pendistribusian barang, logistik, dan aktivitas perekonomian.
Dengan lumpuhnya jalur di Lembah Anai, maka satu-satunya akses jalan dari Padang menuju Bukittinggi kini hanyalah melalui Sitinjau Lauik, Padang.
Sedangkan jalur alternatif Padang-Bukittinggi via Malalak, Agam juga telah lumpuh akibat bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor.
“Jadi akses dari Padang menuju Bukittinggi itu kini hanya via Sitinjau Lauik, kemudian terus ke Solok, Danau Singkarak, lalu keluar di Kota Padang Panjang,” jelasnya.
Reza mengatakan pihaknya kini memberikan perhatian khusus kepada kawasan Sitinjau Lauik yang lokasinya berada di dua wilayah hukum yaitu Polresta Padang dan Polres Solok.
Sebab kawasan tersebut adalah jalan lintas provinsi di Sumatra, dan kini perannya bertambah sebagai satu-satunya tumpuan bagi akses Padang-Bukittinggi.
“Kami menempatkan personel di kawasan Sitinjau Laut setiap hari guna mendukung Polresta Padang dan Polres Solok, jangan sampai terjadi penumpukan atau kemacetan,” katanya.
Ia berharap tidak ada kejadian yang dapat mengganggu kelancaran arus seperti bencana alam, kecelakaan, atau truk bermuatan yang mogok.
Pada bagian lain, Reza mengimbau kepada masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak atau sangat penting, agar menahan diri dan tidak melakukan perjalanan.
Hal itu karena mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu, kemudian kondisi jalan terbatas dan volume kendaraan meningkat, sehingga dapat membahayakan keamanan dan keselamatan.Â
(Ari Wibowo/goeh)
-
EKBIS04/05/2026 19:00 WIBBali Disiapkan Jadi Pusat Keuangan Internasional
-
FOTO04/05/2026 16:24 WIBFOTO: Eks Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto Divonis 4,5 Tahun Penjara
-
RIAU04/05/2026 15:30 WIBBerkunjung ke Mapolda Riau, Menteri Lingkungan Hidup Dorong Replikasi Green Policing Secara Nasional
-
DUNIA04/05/2026 18:30 WIBJalur Gaza Tempat Paling Mematikan di Dunia Bagi Jurnalis
-
DUNIA05/05/2026 08:00 WIBDua Rudal Iran Bikin Kapal AS Kocar-Kacir di Selat Hormuz
-
PAPUA TENGAH04/05/2026 19:30 WIBPemeriksaan Rinci BPK, Bupati Mimika Johannes Rettob Minta OPD Kerja Seperti Biasa
-
JABODETABEK05/05/2026 05:30 WIBBMKG Ungkap Jadwal Hujan di Jakarta 5 Mei 2026
-
JABODETABEK04/05/2026 16:00 WIBTekan Risiko Kecelakaan di Perlintasan, Underpass Dianggap Lebih Realistis

















