DUNIA
Serang Iran Lewat Udara, Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayahnya
AKTUALITAS.ID – Austria, yang mempertahankan kebijakan netralitas militer yang telah lama berlaku, belum memberlakukan larangan umum terhadap penerbangan AS tetapi sedang meninjau permintaan berdasarkan kasus per kasus, menurut kementerian pertahanan Austria.
Austria menolak permintaan AS untuk menggunakan wilayah udaranya untuk melancarkan operasi militer melawan Iran, dengan alasan hukum netralitas yang diterapkan negara tersebut.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Austria mengonfirmasi adanya beberapa permintaan dari Washington tetapi tidak menyebutkan jumlah pastinya, demikian laporan penyiar publik Austria, ORF.
Partai oposisi Sosial Demokrat (SPO) juga menyerukan pemerintah untuk mempertahankan pendiriannya saat ini.
“Menteri Pertahanan Klaudia Tanner (OVP) seharusnya tidak menyetujui satu pun penerbangan militer AS ke Teluk. Ia juga seharusnya tidak menyetujui penerbangan transportasi atau dukungan logistik lainnya,” kata Sven Hergovich, kepala SPO di Austria Hilir.
“Sama seperti yang dilakukan Spanyol, Prancis, Italia, dan Swiss. Perang ini merusak kepentingan ekonomi Austria, Eropa secara keseluruhan, dan perdamaian dunia,” ujarnya, menambahkan.
Awal pekan ini, Spanyol dilaporkan menutup wilayah udaranya untuk penerbangan militer terkait konflik tersebut, sementara Italia menolak permintaan pesawat AS untuk mendarat di pangkalan di Sisilia.
(Ari Wibowo/goeh)
-
RAGAM14/09/2026 22:00 WIB10 Tanda Diabetes Bisa Muncul di Kulit
-
RIAU14/09/2026 16:22 WIBPolresta Pekanbaru Musnahkan 1.473 Butir Ekstasi, Sabu dan Cartridge Etomidate
-
POLITIK14/09/2026 17:00 WIBPDIP Pecat Kader Usai Temui Jokowi
-
NASIONAL14/09/2026 19:00 WIBDPR Minta Sanksi Keras bagi Operator Kapal yang Membandel
-
DUNIA14/09/2026 15:00 WIBIran Klaim Kapalnya Diserang Teroris di Selat Hormuz
-
NASIONAL14/09/2026 16:00 WIBDPR Minta Audit Besar-Besaran Kapal Penumpang dan Kargo
-
NUSANTARA14/09/2026 14:30 WIBKebakaran Hutan Bromo Tembus Jemplang Malang
-
DUNIA14/09/2026 18:00 WIBMantan Pejabat CIA Terjerat Kasus Emas Rp700 Miliar

















