Connect with us

NASIONAL

Keji! Aktivis Lingkungan di Babel Disiram Air Keras

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ia

AKTUALITAS.ID – Kasus dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis lingkungan kembali menjadi sorotan. Kali ini, insiden terjadi di Bangka Belitung, menimpa seorang aktivis asal Bangka Selatan, Muhammad Rosidi.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mendesak Polda Bangka Belitung untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut dan mengungkap pelaku secara transparan.

“Saya minta Kapolda turun langsung memberi atensi dan segera mengungkap fakta-fakta kejadian ini. Siapa pun pelakunya harus diungkap ke publik,” tegas Sahroni, Kamis (2/4/2026).

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 22.30 WIB di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Toboali, Bangka Selatan.

Saat itu, korban tengah berada di dalam mobil dan hendak menyusul rekannya. Tiba-tiba, dua orang yang diduga pelaku mendekat menggunakan sepeda motor dan melemparkan cairan asam ke arah korban melalui jendela mobil yang terbuka.

Akibat kejadian tersebut, Rosidi mengalami luka bakar pada beberapa bagian tubuh, termasuk kaki, tangan, dan area sensitif.

Sehari setelah kejadian, korban melaporkan insiden tersebut ke Polres Bangka Selatan. Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan dan telah memanggil korban untuk dimintai keterangan.

Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap individu yang aktif menyuarakan isu publik, khususnya di bidang lingkungan.

Sahroni menilai aksi tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan bentuk teror yang berpotensi mengancam kebebasan berekspresi dan keamanan masyarakat sipil.

“Ini sangat mengkhawatirkan. Polanya berbahaya dan bisa menimpa siapa saja jika tidak ditindak tegas,” ujarnya.

Ia meminta aparat penegak hukum memastikan kasus ini diusut hingga tuntas dan pelaku ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Peristiwa ini kembali memunculkan kekhawatiran terhadap perlindungan aktivis di Indonesia. Pengungkapan kasus secara cepat dan transparan dinilai penting untuk menjaga rasa aman di tengah masyarakat. (Bowo/Mun)

TRENDING