Connect with us

POLITIK

KPU Siapkan Strategi Baru Usai Sukses Pemilu 2024

Aktualitas.id -

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, August Mellaz, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyiapkan strategi baru setelah keberhasilan meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pemilu 2024. Program sosialisasi dan pendidikan pemilih dinilai efektif dan akan dilanjutkan pada fase kedua pendidikan pemilih berkelanjutan.

Anggota KPU, August Mellaz, menyebut peningkatan partisipasi publik menjadi indikator penting kualitas demokrasi di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan orientasi tugas anggota KPU Provinsi serta KPU/KIP Kabupaten/Kota tahun 2026 yang digelar di Rindam Jaya, Senin (6/4/2026).

Menurut Mellaz, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat memiliki peran strategis dalam meningkatkan keterlibatan publik di setiap tahapan pemilu.

“Divisi ini bertugas mengoordinasikan, menyelenggarakan, mengendalikan, memantau hingga mengevaluasi kebijakan terkait sosialisasi kepemiluan, pendidikan pemilih, publikasi, kampanye, hingga pengelolaan informasi publik,” ujarnya, dikutip Sabtu (11/4/2026).

Ia menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan pemilu tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat.

Lebih lanjut, Mellaz mengungkapkan delapan isu strategis yang menjadi fokus KPU ke depan. Di antaranya mencakup hak partisipasi, pemilu inklusif, bentuk partisipasi, sosialisasi dan pendidikan pemilih, pemantauan, transparansi dan akuntabilitas, penguatan pusat pengetahuan, serta kolaborasi antarpihak termasuk pelibatan peneliti.

“Delapan isu ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat kualitas penyelenggaraan pemilu dan partisipasi publik,” jelasnya.

Ia juga menilai strategi sosialisasi dan pendidikan pemilih pada Pemilu 2024 terbukti efektif dan relevan untuk dilanjutkan.

“Strategi ini layak diteruskan pada fase kedua pendidikan pemilih berkelanjutan,” tambah Mellaz.

KPU berkomitmen memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki akses informasi yang memadai serta pemahaman yang baik mengenai hak dan kewajiban sebagai pemilih.

Mellaz menegaskan bahwa sosialisasi bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu.

“Setiap suara adalah energi bagi demokrasi kita. Demokrasi yang sehat tumbuh dari pemilih yang teredukasi dan penyelenggara yang dipercaya,” tegasnya.

Dengan strategi lanjutan tersebut, KPU berharap partisipasi masyarakat pada pemilu mendatang terus meningkat dan memperkuat legitimasi hasil pemilu sebagai cerminan kedaulatan rakyat. (Mun)

TRENDING